DRAMA CINTA MENCINTAI,MENYANGKAL-MENCINTA
21 May 2021
Jumat, 21 Mei 2021
St. Eugenius dar Mazenod
Kisah Para Rasul 25:13b-21
Mazmur 103:1-2, 11-2, 19-20
Yohanes 21:15-19
“Tuhan Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu bahwa aku mencintai Engkau.” Yohanes 21:17
KISAH PANGGILAN Petrus, ditulis dalam dua versi: Versi Injil Sinoptici:
- Matius mengkisahkan, sewaktu Yesus “sedang berjalan menyusuri danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon, yang disebut Petrus dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebar jalan di danau sebab mereka penjala ikan. Yesus bersabda kepada mereka: “Mari ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia” (Mat 4: 18-19; Mrk 1: 16-17; Luk 5:10).
Versi Injil Yohanes:
- Dalam Injil Yohanes: Sewaktu Yohanes Pembaptis melihat Yesus lewat, ia berkata kepada dua muridnya: “Lihat, Anak domba Allah …!”. Keduanya meninggalkan Yohanes Pembaptis, lalu mengikuti Yesus. Salah seorang dari keduanya adalah Andreas, saudara Simon. Sewaktu Simon dibawa oleh Andreas kepada Yesus, Yesus yang memandang Simon berkata: “Engkau Simon, anak Yohanes, engkau dinamakan Kefas (artinya Petrus) “ (Yoh 1: 35-42).
- Seperti murid-murid lainnya, Petrus pun meninggalkan profesinya, orangtua dan keluarga demi mengikuti Yesus.
Lingkaran dalam:
- Bersama Yohanes dan Yakobus, Petrus termasuk lingkaran dalam: memperoleh keistimewaan menyaksikan peristiwaperistiwa penting seputar Yesus: dimulyakan di gunung Tabor (Mat 17:1-13), duka di taman Getsemani (Mrk 14:32-33).
- Petrus mewakili para rasul menyatakan imannya akan Yesus, bahwa Yesus itu “Mesias, Anak Allah yang hidup” (Mat 16:16).
- Karena itulah Yesus, yang menyebut dia batu karang, Yesus akan mendirikan Jemaat-Nya dan memberi kuasa dengan memberi ‘kunci Kerajaan Sorga’ (Mat 16:18-19).
- Sewaktu Yesus mengatakan Petrus akan menyangkal Dia tiga kali, dengan tegas Petrus membantah, “Sekalipun aku harus mati bersama-sama dengan Engkau, aku tak akan menyangkal engkau” (Mat 26:35). Dan kenyataan, Petrus tiga kali menyangkal “Aku tidak kenal orang itu!” (Mat 26: 69-74). Sewaktu terdengar ayam berkokok di pagi hari, Petrus ingat sabda-Nya, ia menangis menyadari kesalahannya, ia menangis, sebagai tanda penyesalan (Mat 26:75).
Sesudah Kebangkitan:
Sewaktu Yesus telah bangkit serta menampakkan diri di tepi danau Galilea dan memerintahkan menebarkan jala disebelah kanan, ternyata hasilnya luar biasa. Tercatat 153 ekor ikan. Dan Yohanes mengatakan ‘Itu Tuhan’! Saat itu cinta Petrus akan Yesus pulih kembali. Dia murid pertama yang langsung berenang ke tepi menemui Yesus.
Kira-kira bagaimana rasa perasaan Petrus saat itu berjumpa Yesus: malu, grogi dan sedikit bingung bagaimana bersikap?
Yesus tahu perasaannya. Ia menyendirikan Petrus lalu berbincang dari hati ke hati, menanyakan ketulusannya, “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Pertanyaan yang menohok hati, dan sampai tiga kali, membuat Petrus sedih. Iapun menjawab dengan tulus, “Tuhan tahu segala sesuatu, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau”. Yesus menanggapinya dengan suatu perintah’ “Gembalakanlah domba-dombaKu” (Yoh 21: 15-17).
Bagaimana drama cinta Petrus dan dengan drama cinta kita? (SW)
DOA: “Ya Yesus, Engkau tahu isi hatiku, Engkau tahu niat dan tekadku. Jangan perhitungkan dosaku masa lampau.”
JANJI: “Yesus berkata kepada Petrus: “Ikutilah Aku!” Yohanes 21:19
PUJIAN: Dalam Gereja Perdana, menjadi murid Kristus, ukuran cinta mereka akan Yesus: mengalami ditolak, dikucilkan, dipenjara, dijatuhi hukuman mati dengan dijadikan mangsa binatang buas, dipenggal kepalanya. Martir adalah orang-orang yang menyatakan cintanya kepada Yesus dengan darah mereka.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ