EGOISME DAN KESERAKAHAN 

13 August 2020

Kamis, 13 Agustus 2020 

Yehezkiel 12:1-12

Mazmur 78:56-59, 61-62

Matius 18:21--19:1

 

"Tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!.“ ---  Matius 18:27-28

 

PADA UMUMNYA manusia lebih mau untuk menerima daripada memberi; ia mau menerima bila ia diberi uang, tetapi akan berpikir berkali-kali bila ia diminta untuk memberikan harta miliknya kepada orang lain. Dalam bacaan Injil hari ini, hamba pertama yang sudah menerima pengampunan dari Raja atas hutangnya yang besar (10.000 talenta) tetapi tidak mau memberi pengampunan kepada rekannya yang memiliki hutang kepadanya yang relatif kecil, 100 dinar saja (1 talenta = 6000 dinar).

Jadi hamba yang pertama itu memiliki sifat yang egois sekali. Ia meminta pengampunan, tetapi ia tidak mau memperhatikan kebutuhan orang lain yang meminta pengampunan atas hutangnya yang jauh lebih kecil. Kedua, hamba pertama itu bersifat serakah. Ia tidak mau kehilangan hartanya sedikit pun. Mau menerima, enggan sekali memberi. Padahal ia sudah menerima jauh lebih banyak. Dalam kata perpisahannya, Paulus berkata: Ingat akan “perkataan Tuhan Yesus , ‘lebih baik memberi daripada menerima ” (Kis 20:35).

Sekarang bagaimana dengan kita? Sesungguhnya kita telah menerima banyak dari Tuhan; semua harta, kekayaan yang kita miliki itu sesungguhnya adalah milik Tuhan yang dititipkan kepada kita. Apakah kita mau dan rela untuk memberikan sebagian  kepada orang-orang yang membutuhkannya, apalagi pada jaman pandemi Covid-19 seperti saat ini? (DAG)

 

DOA:  Tuhan, berilah hati-Mu yang penuh kasih kepadaku, sehingga aku tidak menjadi orang  yang serakah, dan  mementingkan diri sendiri.

JANJI: “Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu” --- Matius 18:35  

PUJIAN: Paus Yohanes Paulus II sempat kritis setelah ditembak oleh Mehmet Ali Agca. Setelah pulih, beliau mengunjungi penembaknya di penjara dan mengampuninya.   

Penanggung jawab RH: Rm Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.