ELIA TELAH DATANG

10 December 2022

Sabtu, 10 Desember 2022

Sirakh 48: 1-4, 9-11

Mazmur 80 :2ac, 3b,15-16,18-19

Matius 17 :10–13


“Dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.” --- Matius 17:12


ELIA (yang berarti  ALLAHKU adalah Yahwe) adalah nabi terbesar di Kerajaan Israel pada abad  ke-9 sebelum Masehi. nabi Elia mewartakan dan memperjuangkan penyembahan hanya kepada Yahwe sebagai satu satunya Allah yang benar. Ia menantang mereka yang menyembah Baal. (1 Raj. 17, 1-6;18). Hanya Yahwe lah Tuhan sejarah (1Raj. 19,15) dan atas segala yang hidup (1 Raj. 17: 17-21)

Nabi Elia menegakkan keadilan dan memberantas ketidak-adilan. Sikapnya tegas ia memberantas para penyembah baal. Sehingga ia dimusuhi bahkan oleh rajanya sendiri. Namun demikian karena hidupnya berkenan pada Allah maka dialah nabi yang tidak mati tetapi diangkat ke surga dengan jiwa dan raganya. 

Pada zaman Yesus,  Elia dipandang sebagai perintis jalan bagi Almasih. Elia harus datang  dahulu setelah menyadari bahwa Mesias sudah datang (Mat. 16:16 ) dan bahkan menyaksikan kemuliaan-Nya. (Mat. 17: 1-7) para murid heran bahwa Elia yang harus menjadi perintis Mesias sebagaimana di nubuatkan Nabi Meleakhi belum juga tampil. Tuhan Yesus menjawab: Elia memang sudah datang dan  berperan sebagai perintis tetapi dalam diri Yohanes pembaptis dan orang tidak sampai mengerti atau menerimanya, dan memperlakukan dia menurut kehendak mereka. Mereka membunuh Yohanes Pembaptis karena mereka tidak tahan akan pewartaan Yohanes tentang keadian dan menentang ketidak adilan.

Dalam kisah Yohanes Pembaptis kita mengetahui bahwa kebenaran yang diwartakan oleh Yohanes tidak pernah mati walaupun terbunuh. Orang boleh memenjarakan atau membunuh pewarta kebenaran tetapi kebenaran itu sendiri tidak pernah mati.  Inilah juga terjadi dalam diri Tuhan Yesus Sang Kebenaran itu sendiri. Sehingga Tuhan Yesus mengatakan; “… Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka”. Herodes telah membunuh Yohanes Pembaptis, namun hidupnya tidak tenang, ia selalu gelisah dan cemas. Hati nuraninya terusik karena ia telah membunuh sang perwarta kebenaran.

Pepatah lama mengatakan; “ gugur satu tumbuh seribu “  juga terjadi dalam kebenaran.   Semakin orang menindas kebenaran , kebenaran akan tetap bangkit… semakin orang membenamkan kebenaran… kebenaran itu akan tumbuh seperti cendawan di musim hujan. Cinta yang tulus  siap untuk di lukai, Orang yang takut dilukai karena cinta,ia tidak memiliki cinta sebesar biji sesawi. (SRAM).

 

DOA: “Tuhan Yesus, bukalah mata hati dan pikiran kami akan kehadiran- MU. Ajari kami untuk mengenal-MU  sebagai Elia baru. Yang mencintai dan menyertai perjalanan hidup setiap pribadi.”

JANJI: “Lalu tampillah nabi Elia bagaikan api, yang perkataannya laksana obor membakar.” - Sirakh 48:1

PUJIAN: Hari ini memperingati Santa Maria dari Loreto terkait kisah rumah suci di Loreto, Italia. Sri Paus telah menetapkan Santa Perawan Suci Maria dari Loreto dirayakan sebagai pilihan bebas (opsional) atau fakultatif pada 10 Desember. Loreto menjadi nama Litani Santa Perawan Maria atau Bunda Maria yang disebut Bunda Maria Dari Loreto, doa rosario yang kita doakan sekarang ini.(Puji Syukur 213)

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.