ENGKAU ADALAH ANUGERAH TUHAN BAGIKU
27 October 2020
Selasa, 27 Oktober 2020
Efesus 5:21-33
Mazmur 128: 1-5
Lukas 12: 18-21
“Hai suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkanDiri-Nya baginya” --- Efesus 5:25
SETELAH SEKIAN TAHUN pasangan mengenal satu sama lain dan memutuskan untuk menikah, mereka bersama pasangan-pasangan lain mengikuti program Paroki atau Dekenat. Program jenjang pertama, ialah “Discovery”. Di situ para pasangan diajari mengenal pasangan lebih mendalam bukan sekedar basa-basi, suka-tidak-suka: teyapi menerima realitas kepribadian dan tabiatnya, segi positif maupun negative. Istilah sekarang, apakah ada kecocokan ‘kemistri.’ Ada yang mundur dan pisah baik-baik, ada yang terus ke jenjang berikut.
Jenjang berikutnya, para pasangan mengikuti Program “Membangun Rumah Tangga” (MRT), selama ‘week-end’. Proses ini berlanjut masing-masing mengatur untuk “Penyelidikan Kanonik” pada pastor paroki bersangkutan.
Pada Misa Pemberkatan ‘Saling Menerimakan Sakramen Nikah’. Pemberkatan diawali dengan “Pernyataan Mempelai’, di mana Pastor yang memberkati menanyakan kesediaan dan kesugguhan pasangan mau menikah. Sesudah itu pasangan saling bergantian mengucapkan ‘Kesepakatan Perkawinan’. Dalam hal ini ada dua macam cara. Cara A, pasangan mengucapkan ikrar mereka bergantian. Dalam ‘Kesepakatan’ ada kata-kata yang menyentuh hati , sewaktu pasangan mengatakan alasannya ”… Saya mau mengasihi dan menghormati engkau sepanjang hidup saya, karena ‘engkau adalah anugerah Tuhan bagiku. …”.
Pasangan adalah “Anugerah Tuhan”, artinya Yesus selalu berada beserta atau di samping pasangan. Dia selalu siap sedia memberi semua rahmat yang mereka butuhkan untuk saling mencintai dan melayani satu sama lain, dalam kehidupan sehari-hari.
Semua pasangan, semua keluarga, semua umat adalah anggota Gereja, ‘mempelai Kristus’, yang memberikan hidup-Nya untuk kita. Komitmen Yesus mencintai dan menjaga kita itu untuk kita selama-lamanya. Sewaktu Baptis kita, Yesus ber-‘ikrar’ untuk mencintai dan menghormati kita, dan menyatakan kesetiaannya bersama kita sepanjang hidup kita. Ia perbaharui lagi dalam Sakramen baik Tahbisan maupun Perkawinan, bahwa Dia mau menyertai kita, ‘dalam untung dn malang, di waktu sehat dan sakit’.
Dalam hidup suami-istri, ada kalanya Yesus tak terasa dekat hadir menyertai kita. Saat itulah saatnya kita menghayati iman kita secara lebih dalam dan untuk ingat kembali akan janji Yesus untuk menyertai kita sewaktu pasangan saling mengucapkan “Kesepatakan Perkawinan’. Buah ‘kesepakatan’ bukan ‘perasaan’ tetapi ‘sakramen – yang kuat perkasa dan memberi jaminan memampukan dan meneguhkan. Kita bisa ingkar janji , tetapi Yesus tak pernah ingkar janji. “Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, jarena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya” (1 Tes 2:13). (SW)
DOA: Ya Yesus, semoga semua pasangan suami istri tetap setia akan ‘Janji Perkawinan’ untuk saling mencintai
JANJI: “Bagi kamu masing-masing berlaku: kasihianilah istrimu seperti dirimu sendiri dan istri hendaknya menghormati suaminya” – Efesus 5:33
PUJIAN: Selama Pandemi Covid 19, karena wabah, Gereja ditutup, sehingga banyak ‘Pemberkatan Perkawinan’ diundur. Dan Seminar “Membangun Rumah Tangga “ (MRT), di Dekanat Selatan KAJ, diselenggarakan secara virtual lewat ‘Webinar’ .
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ