FIRMAN TUHAN - SUMBER HIDUP KEKAL
07 April 2022
Kamis, 7 April 2022
St. Yohanes Baptista de la Salle
Kejadian 17:3-9
Mazmur 105:4-5.6-7.8-9
Yohanes 8:51-59
"Sesungguhnya barang siapa menuruti firman -Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya” --- Yohanes 8: 51
“PADA MULANYA ADALAH FIRMAN, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah” - awal Injil Yohanes (Yoh 1:1). Pernyataan ini dimaknai sebagai berikut : ‘Sang Sabda atau Firman yang ada di sorga itu menyatu dengan Allah. Dan Sang Sabda itu diutus oleh Allah (Bapa) turun ke bumi menjelam lewat Perawan Maria dalam seorng Pribadi bernama Yesus Kristus. Segala peristiwa hidup-Nya apa yang Ia ajarkan, Ia perbuat (mukjizat-mukjizat) dan Ia alami, terekam dalam ke-empat Injil. Maka, jika kita membaca Kitab Suci dan merenungkannya, kita bertemu dan berhadapan dengan Tuhan Yesus sendiri, - meski Tuhan Yesus sendiri yang mulia berada surga, tetap menyertai kita. Dia menyediakan tempat bagi kita dan kalau nanti tiba waktunya Ia akan menjemput kita dan mengajak kita untuk hidup bersama Dia selamanya,
Kita bisa berjumpa dan berbincang dengan-Nya lewat bacaan dan renungan Kitab Suci. Tetapi nyatanya, tidak semua orang punya kesempatan untuk berdoa dan membaca Kitab Suci, sehingga dapat dikatakan bahwa, mereka kurang punya kesempatan untuk bertemu dengan Tuhan. Masalahanya apakah kita bisa mengatur waktu, menjadualkan kapan untuk makan dan minum, untuk istirahat dan berolah raga serta bekerja serta santai. Kalau kita bisa, kita juga bisa mengatur waktu dan menyediakan waktu untuk Tuhan tiap hari - bukan lamanya waktu tetapi adanya waktu untuk Tuhan, kita bisa berjumpa dengan-Nya lewat membaca dan merenungkan Injil. Kalau ada waktu untuk santapan jasmani, mengapa tidak ada waktu untuk santapan rohani ? Kalau kita mau, Tuhan telah memberi kita waktu 24 jam sehari, ya kalau kita mau, tentu akan ada waktu untuk Firman Tuhan, waktu untuk bertemu dengan Tuhan.
Dalam praktek hidup sebagai orang beriman, hendaknya selain kita mendengarkan Tuhan yang berbicara kepada kita, kita juga diberi kesempatan untuk menanggapi dan berbincang dengan Tuhan. Hasil wawan-sabda dengan-Nya kita lebih dimampukan untuk melakukan Firman Tuhan itu. Dan kita akan mengalami kepenuhan Janji Tuhan bahwa, kita tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.
Hendaklah kita bertekad menjadualkan waktu untuk membaca sabda-Nya sesering mungkin, syukur setiap hari, menanggapinya dengan merenungkannya. Kita bisa menjadualkan waktu untuk berdoa, untuk berbincang dengan-Nya secara akrab sekaligus mohon berkat-Nya, agar dapat menjadi pelaku atau pelaksana sabda-sabda-Nya. Semakin sering membaca Firman Tuhan semakin sering pula kita mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan Tuhan, berbincang dengan-Nya dan memohon berkat-Nya. Kita harus berani membuka hati agar Tuhan masuk ke dalam hati dan hidup kita dan merubah hidup kita. Dengan demikian kita dipersiapkan untuk masuk ke dalam kebahagian abadi. (GGL)
DOA: Bapa kami, kami mohon curahkanlah Roh Kudus, Api Kemuliaan-Mu untuk memberikan kami semangat menyala, agar kami dapat membaca Kitab Suci, menjadi pelaku sabda dan dibimbing ke hidup kekal. Amin
JANJI: “Dialah Tuhan, Allah kita, di seluruh bumi berlaku peghukuman-Nya.” - Mazmur 105:7
PUJIAN: Santo Yohanes Baptista de La Selle, yang dirayakan hari ini, adalah teladan kerendahan hati, rajin berdoa serta bermatiraga, serta menjadi tokoh dan teladan bagi para guru dan pendidik.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ