FROM THE ROOT TO THE FRUIT
11 September 2021
Sabtu, 11 September 2021
1 Timotius 1:15-17;
Mazmur 113:1-5a, 6-7;
Lukas 6:43-49
“Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur.” Mazmur 113:7
SERING KALI ada orang berkata, “Aku orang berdosa. Aku tidak layak”. Tidak jarang, kita tidak bisa menjawab alias terdiam dan tidak dapat menguatkan orang memiliki rasa bersalah tersebut. Sebaliknya, kita seolah-olah setuju dan kita pun mungkin merasakan hal yang sama. Tetapi sebagai orang beriman, kita ingat akan kata Paulus Dalam suratnya kepada Timotius, yang berbicara hal yang sama.
Perbedaannya, Santo Paulus mampu melihat kehadiran Allah di dalam Pribadi Yesus Kristus yang dengan penuh kesabaran menyelamatkan diri Paulus. Kemampuan untuk melihat atau kesadaran akan kehadiran Allah yang menyelamatkan inilah yang selalu perlu diteguhkan dan ditegaskan. Allah memandang dan mengasihi kita karena Allah melihat ada sesuatu yang baik dalam diri kita. Rahmat-Nya tercurah dan menyentuh setiap hati kita untuk memulihkan kembali hidup kita karena sesungguhnya kita dibentuk dari pohon yang baik. Yesus mengatakan, “Akulah pokok anggur yang benar dan BapaKulah pengusahanya” (Yoh 15:1). Yesus adalah pohonnya dan kita adalah bagian dari pohon tersebut. Kita adalah cabangnya atau ranting-ranting Nya.
Bila dikatakan, tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, itu berarti pada dasarnya kita semua memiliki kebaikan dan dimampukan pula untuk kembali menjadi baik, menjadi semakin baik. Ketika kita sungguhsungguh berusaha hidup dalam kebenaran, berkat rahmat-Nya, kita tidak perlu kaget, kita tidak hanya akan berbuah tetapi juga menjadi semakin kuat bagaikan rumah yang dibangun dengan fondasi yang kuat. Rumah yang berfondasi dalam dan kuat tidak akan mudah digoyahkan atau diombangambingkan. Dengan fondasi yang kuat, kita pun akan makin berbuah lebat, seperti kata pepatah: “from the root to the fruit”, umumnya diartikan, ‘semakin mendalam akar pohon masuk ke tanah, semakin bagus mutu buah pohon itu’. Dan kalau hidup kita semakin mengakar ke dalam Sabda Allah, semakin kokoh kuat, tabah dan tekun hidup rohani kita, dan semakin menjadi berkat bagi diri kita sendiri dan bagi sesama kita. (HIA)
DOA: “Ya Bapa, ajarilah kami agar selalu tinggal di dalam Engkau dan menjadi semakin kuat, semakin berbuah di dalamMu. Amin.”
JANJI: “Siapakah seperti TUHAN, Allah kita, yang diam di tempat yang tinggi, yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi?” Mazmur 113:5-6
PUJIAN: Menjadi kuat itu sangat baik, tetapi menjadi setia itu jauh lebih baik, seperti yang dilakukan St. Protus dan Hyantus, yang diperingati Gereja setiap tanggal 11 September ini. Kesetiaan kedua orang kudus dalam imannya kepada Yesus yang membuat mereka menjadi martir.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ