GAYA KOTBAH DI BUKIT
19 June 2023
Senin, 19 Juni 2023
2 Kor. 6: 1-10;
Mzm. 98: 1,2-3ab,3cd-4;
Mat. 5: 38-42.
“Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu,….” --- Mat 5: 38-39
Keadilan adalah sebuah nilai yang diharapkan semua orang. Demi keadilan, orang berani berjuang dan bahkan bila perlu mengorbankan jiwa raganya. Adanya hukum dan negara juga demi menjamin keadilan dalam hidup bersama. Tidak heran, dalam Dunia Perjanjian Lama, ada hukum yang mengatakan “mata ganti mata, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki” (Kel. 21:24). Akan tetapi, apakah keadilan harus selalu diwujudkan seperti ini? Kehilangan A, harus diganti A? Hukum seperti ini riskan melanggengkan kekerasan. Untuk itulah, hari ini Yesus menafsirkan hukum Taurat secara baru agar orang Kristiani dapat memahami keadilan dalam perspektif yang lebih luas.
Jika “gigi ganti gigi” hanya memuaskan rasa keadilan sesaat bagi si korban dan malah beresiko melestarikan kekerasan, maka diperlukan hukum baru yang dalam jangka panjang justru dapat mewujudkan keadilan secara lebih luas, yaitu hukum kasih dan pengampunan. Sikap Yohanes Paulus II mengampuni Ali Agca yang telah menembaknya adalah contoh bagaimana mewujudkan perintah Yesus hari ini: “berikanlah juga pipi kirimu, jika pipi kananmu ditampar” (ay. 39). Ini bukan tanda kelembekan dan kekalahan, melainkan tanda kebesaran jiwa dan kemenangan. Sebab, hanya kasih dan pengampunan yang dapat memutus lingkaran setan kekerasan. Hukum “mata ganti mata” hanya menyelesaikan persoalan di permukaan, padahal yang diperlukan secara lebih radikal (mendasar) ialah mengubah hati orang, dan ini hanya bisa dilakukan lewat kasih dan pengampunan. (Obor)
DOA: “Bapa, ajarilah kami, memahami ajaran Keadilan-Mu!”, Amin.
JANJI : “Sebagai orang yang berdukacita, namun senantiasa bersukacita, sebagai orang miskin namun memperkaya banyak orang….”. 2Kor 6:10.
PUJIAN: Kotbah Yesus disampaikan lewat ucapan lisan maupun contoh perbuatan. Ia menggenapi Hukum Lama dengan Hukum Baru, yaitu Hukum Kasih Ia bersabda kepada para murid-Nya, ‘Kasihilah sesamamu. Seperti Aku mengasihi kamu. Dalam Doa ‘Bapa Kami, dikatakan, ‘Ampunilah kami, seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami. Ajaran-Nya yang berupa Kisah Orang Samaria yang baik hati’. Apa yang Ia katakan, Ia diwujudkan dalam perbuatan: dengan mengampuni Petrus yang mengkianati-Nya tiga kali. Ia menyembuhkan orang-orang yang sakit. Ia beri contoh ‘Seorang Tuan yang mengampuni karyawannya yang berhutang, seribu dinar, dan karyawan itu juga harus mengampuni hutang sesama karyawan yang hanya berhutang sepuluh dinar’ .***
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ