HAL MENASEHATI SESAMA
15 August 2018
Rabu, 15 Agustus 2018
Yeremia 26:1-9
Mzm 113:1-6
Matius 18:15-20
“Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata.” ---- Matius 18:15a
YESUS MENGAJAR kita bagaimana cara menasehati sesama (Mat 18:15-20). Sering kali kita berjumpa dengan orang yang bersalah dalam hidup ini, termasuk diri kita sendiri yang tak luput dari kesalahan. Terhadap orang yang bersalah, kita dapat berdiam diri, membiarkan dia bersalah atau dapat juga kita marah atas kesalahannya. Ada orang yang menegur karena dia benci atau kesal, ada yang menegur karena kasih, karena ia tidak mau orang itu jatuh lagi ke dalam dosa.
Jikalau kita menasehati atau menegur orang yang sedang melakukan kesalahan, hendaklah kita menasehatinya dengan kasih. Jikalau kita menasehati karena kesal atau benci, maka kita tidak akan dapat mengubahnya. Ada orang tua yang marah terhadap anaknya, bukan mau mendidik, tetapi karena kesal terhadap anaknya. Ada orang yang memarahi pasangannya, bukan karena sayang atau ingin pasangannya berubah, tetapi karena kesal hati. Hal-hal seperti ini, tidak akan mengubah orang itu.
Terhadap orang yang bersalah, Yesus menghendaki agar kita menegurnya pertama-tama di bawah empat mata, atau berduaan. Jika ia mendengarkan nasehatmu engkau telah mendapatnya kembali. Hal ini dikarenakan orang yang berbuat salah masih dapat diperbaiki. Kita tidak perlu mengutuk, membenci atau menghukumnya. Sebagai orang yang beriman kita percaya Tuhan turut bekerja melalui kita untuk memperbaiki orang yang salah itu. Asal ada kasih, pengampunan, dan usaha dari kita untuk menolong orang yang bersalah itu.
Seorang yang dapat membimbing orang lain untuk kembali kepada jalan yang benar sesuai dengan yang Tuhan kehendaki akan tercatat namanya di surga. “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga“(Mat 18:18).
Betapa mulianya, bila kita memberi kesempatan kepada seseorang yang telah hidup dalam kesalahan atau jatuh dalam dosa, tetapi karena nasehat, bimbingan dan kasih yang kita berikan sehingga hidupnya berubah. Para malaekat di sorga bergembira. Dan kita telah mendapatkan mahkota dari Allah Bapa di surga. (PIETER)
Doa: Tuhan Yesus terima kasih Engkau telah mengajarkan kami tentang bagaimana menasehati sesama kami. Biarlah kami menjadi berkat, sehingga apa yang kami buat dapat berkenan kepadaMu.
Janji: “Kiranya nama Tuhan dimasyhurkan sekarang dan selama lamanya. Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari terpujilah nama Tuhan.” ---- Mazmur 113:2-3
Pujian: Paus Yohanes Paulus II, menjadi teladan dengan memaafkan Ali Agca, yang telah menembaknya. Walaupun Paus kesakitan, dan hampir meninggal, tetapi beliau dengan penuh kasih memberi pengampunan kepadanya.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ