HAL YANG MENAJISKAN

02 September 2018

Minggu, 2 September 2018

Minggu Biasa XXII

Ulangan 4:1-2, 6-8

Mazmur 15:2-5

Yakobus 1:17-18, 21b-22,27

Markus 7:1-8, 14-15, 21-23

 

“Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya,tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya” ----  Markus 7:15

 

ALLAH MENGHENDAKI umatnya untuk menerima kasihNya sehingga umat dapat hidup seutuhnya. Dan Allah mengajak umatnya untuk menjadi bijaksana dalam menggunakan akal budi, sehingga kebenaran yang dari Allah dapat dihayatinya di dalam hidup tanpa menyalahgunakan kasih dari-Nya.

Bacaan injil hari ini menginformasikan penghayatan agama yang masih berlaku sampai zaman Yesus: “mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka; dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga” (Mrk 7: 3-4). Maka Yesus, sebagai Guru ditanya kaum Farisi dan ahli Taurat : “Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?" (Mrk 7: 5).

Dalam menjawab-Nya Yesus tidak menjelekkan ritual atau tradisi mencuci tangan. Tetapi Yesus mengingatkan agar mereka untuk mencuci bersih hati mereka dari pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, dan kejahatan lainnya. Kalau dengan mencuci tangan mereka merasa telah diterima Allah, ini tentu salah kaprah. Perintah  Allah perlu didahulukan dari tradisi dan adat istidat manusia.

Kita semua tidak lepas dari tradisi dalam hidup ini. Tradisi dapat menjadi sarana yang baik untuk melanjutkan nilai-nilai yang luhur dan mulia dalam hidup. Kita membutuhkan kepekaan dan kebijakan untuk mengenali dampak buruk dari tradisi; jangan sampai kita kehilangan kasih hanya karena mempertahankan tradisi.

Adat istiadat dan tradisi perlu didasarkan pada Firman Allah. Allah ingin kita mendekat kepada-Nya. Dengan demikian, hati kita akan terisi hal-hal yang mengutamakan  Allah dan kehendak-Nya. (PIETER)

Doa: Mampukan kami ya Tuhan, untuk lebih mengutamakan Engkau dalam hidup kami.

Janji: “Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya”. ----  Yakobus 1:18

Pujian: Keluarga Driya masih kental memegang tradisi ‘kejawennya’ Tetapi dalam melaksakannya, didahului dengan doa-doa secara katolik dan sering menyelipkan bacaan dari kitab Suci, yang cocok dengan peristiwa upacaranya.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.