HAL YANG UTAMA
03 June 2021
Kamis, 3 Juni 2021
St. Karolus Lwanga
Tobit 6:10-11; 7:1, 6, 9-17; 8: 4-9a
Mazmur 128:1-2, 3, 4-5
Markus 12:28b-34
“Berbahagialah orang yang takwa kepada Tuhan.” ---- Mazmur 128:4
ADA DUA macam ekspresi orang yang taat pada Tuhan. Ekspresi pertama, orang yang berkarakter tenang, dan ekspresi kedua, orang yg berkarakter riang. Walaupun berbeda, pada keduanya ada kesamaan. Dua ekspresi tersebut dapat diilustrasikan dengan dua anak yang berbeda karakter saat menanti ayahnya pulang ke rumah.
Anak yang pertama menyambut kedatangan ayahnya dengan sikap yang tenang. Anak yang kedua menyambut kedatangan ayahnya dengan sikap yang riang gembira. Keduanya memang berbeda sikap tapi keduanya memiliki kesamaan. Kesamaannya itu adalah wajah yang tersenyum, wajah yang cerah ceria.
Mereka akan selalu tersenyum, walaupun dengan ekspresi yang berbeda. Mereka pasti tersenyum karena mereka merasakan kasih yang nyata diberikan oleh ayahnya itu setiap saat. Mereka pun semakin tersenyum, saat mereka dengan segenap hati mengungkapkan cintanya kepada sang ayah. Demikian pula di saat mereka menerima kasih yang melimpah dari ayahnya itu.
Mereka mencintai ayahnya, bukan sebagai kewajiban atau karena ada maunya. Demikian pula orang yang mengasihi Allah. Sehingga kalimat "kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi, dan dengan segenap kekuatanmu" bukan beban atau kewajiban, tetapi sudah menjadi hal yang alami terungkap dalam hatinya.
Hal yang utama adalah mengalami dan memiliki kasih dalam hati karena kasih itu yang membuat kita berbahagia. Kasih membuat kita bergembira. Itu membuat diri kita merasa lega, membuahkan kegembiraan, kebahagiaan bahkan sukacita besar. Ekspresi tersebut akan terlihat pada wajah kita.
Kebahagiaan batin ini juga yang pasti dialami oleh Tobia dan Sara yang tampak dalam doanya yang memuji Allah. Mereka mempercayakan jalinan di antara mereka kepada Allah dan berharap supaya mereka dapat menjadi tua bersama serta mengalami seperti yang dikatakan oleh pemazmur, melihat Yerusalem itu kebahagiaan seumur hidup. Mereka-mereka selalu menempatkan hal yang utama di dalam hidupnya, yakni mengasihi Tuhan dengan segenap hati. (HIA)
DOA: Ya Bapa, ajarilah kami memiliki hati yang selalu memuliakan-Mu dan mengasihi-Mu. Pimpinlah selalu seluruh hidup kami seturut kehendak-Mu.
JANJI: “Berbahagialah orang yang takwa kepada Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!” ---- Mazmur 128:1
PUJIAN: Santo Karolus Lwanga, Afrika, bersama kawan-kawannya dibunuh karena membela iman Kristiani (1886). Mereka yakin bahwa Tuhan akan memberi mereka pahala di surga yang jauh lebih membahagiakan. Paus Paulus VI menyatakan bahwa St. Karolus Lwanga dianggap ‘kudus’ pada tahun 1964.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ