HAMBA YANG RENDAH HATI
07 May 2020
Kamis, 7 Mei 2020
Kisah Para Rasul 13:13-25
Mazmur 89:2-3, 21-22, 25, 27
Yohanes 13:16-20
"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya." – Yohanes 13:16
SIAPA YANG TIDAK kenal Yohanes Pembaptis? Ia adalah orang yang dipilih Allah mempersiapkan jalan bagi kedatangan Yesus, sang Juruselamat. Yohanes menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis. Begitu mulia tugas yang diembannya! Sesuatu yang luar biasa. Hebat!
Tentu saja Yohanes boleh berbangga hati karena sudah dipilih Allah. Tetapi, apakah dia menjadi tinggi hati? Kitab Suci menerangkan, ketika Yohanes hampir menyelesaikan tugasnya, ia mengatakan bahwa membuka kasut dari kaki-Nya pun dia tidak layak (Kisah 13:25). Yohanes sendiri menyatakan: “Ia harus semakin besar, tetapi aku harus semakin kecil” (Yoh 3:30). Hal ini menunjukkan pribadi Yohanes memiliki kerendahan hati sebagai hamba yang dipercaya tuannya melakukan bagiannya seperti yang telah ditentukan Allah.
Ketika Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya, Ia mengatakan bahwa seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya, ataupun seorang utusan daripada orang yang mengutusnya. Dan Yesus menjamin kebahagiaan bagi yang melakukannya (Yoh 13:16-17). Yesus menerangkan demikian supaya para rasul-Nya tetap rendah hati seperti Diri-Nya, meskipun Diri-Nya adalah Putera Allah namun rela melepaskan Kebesaran-Nya demi melakukan kehendak Bapa.
Anda dan sayapun adalah hamba-hamba Tuhan. Sebagai seorang hamba, kita perlu menyatukan hati kita dengan hati-Nya dengan cara melakukan pekerjaan pelayanan kita dengan penuh kerendahan hati. Perlu diingat bahwa kemampuan kita melakukan pelayanan bukan karena kita ini hebat, tetapi karena kasih karunia Tuhan yang memampukan diri kita. Maka dari itu, bila ada seorang hamba Tuhan yang meninggikan diri dalam sikap dan perkataannya, sudah barang tentu hatinya tidak bersatu dengan hati Allah, yang adalah sang Tuannya.
Marilah kita sebagai hamba Tuhan menyembah dan memuji Dia dengan rendah hati dalam mazmur, “Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun (Mzm 89:2). (LP)
DOA : Tuhan Yesus, tuntunlah aku agar menjadi seorang yang rendah hati. Amin.
JANJI : “Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia; biarlah hatimu hidup untuk selamanya!” – Mazmur 22:27
PUJIAN: Jose Mujica, ketika masih menjabat sebagai Presiden Uruguay, berpenampilan dan hidup sederhana. Ia mendonasikan 90% penghasilannya untuk organisasi yang menyediakan rumah bagi warga miskin.
Penanggung Jawab Renungan: Rm. Subroto Widjojo, SJ