HARGA KEUTAMAAN 'KETEKUNAN'

16 April 2018

Senin, 16 April 2018

Kisah Para Rasul 6:8-15

Mazmur 119:23-24, 26-27, 29-30

Yohanes 6:22-29

 

"Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."--- Yohanes 6: 29

DIKISAHKAN DALAM INJIL, berbondong-bodong umat mengikuti Yesus, ingin sekali mendengarkan ajaran-Nya. Dari mereka, ada yang membawa orang-orang sakit untuk disembuhkan oleh-Nya.  Mereka mengikuti-Nya ke manapun Yesus pergi. Mereka tekun ! Orang-orang ini menyaksikan  Yesus menyembuhkan orang  buta, lumpuh dan yang menderita penyakit lainnya. Sehari sebelumnya, mereka telah diberi makan oleh Yesus sampai kenyang dan meninggalkan banyak sisa potongan roti dan ikan.

Sewaktu Yesus hilang dari pandangan mereka, merekapun mencari-Nya, ke sana ke mari, sampai mereka menemukan Yesus di seberang danau. Sewaktu mereka menemukan-Nya kembali mereka  bertanya bagaimana Yesus sampai ke seberang danau, karena mereka telah menghitung dan meneliti semua perahu yang ada. Tetapi Yesus diam dan tak mau menjawab pertanyaan mereka. Apa yang lalu dikatakan oleh Yesus adalah mengungkapkan “Siapakah Dia itu” ! Sampai saat itu, orang sangat tertarik akan Yesus karena adanya banyak mukjizat yang Yesus perbuat. Dan saat itu, tiba saatnya bagi mereka untuk melihat makna di balik tanda-tanda yang Yesus lakukan, yakni kebenaran di balik tanda-tanda itu.

Yesus ingin perlahan menuntun mereka untuk ber-iman kepada- Nya sebagai Putera Allah dan sebagai Roti Kehidupan. Mukjizat pelipat – gandaan roti hanya sebagai ‘pendahuluan’ kepada mukjizat yang lebih dalam yakni “pemberian Diri Yesus” – Tubuh dan Darah-Nya – yang memberi hidup kekal kepada  mereka yang percaya ! Mereka bertanya kepada Yesus: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" Yesuspun menjawabnya: “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah." (Yoh 6:28-29).

Untuk mereka itu hal yang tetap sulit. Mereka meminta tanda lebih konkrit, agar mereka tak perlu menanggapi tantangan iman itu! Kita bisa memahami mereka. Dan memang ber-iman itu adalah perjalananan yang tak-mudah. Bila keadaan hidup kita baik-baik saja, dan kita menyaksikan tanda-tanda duniawi dari cinta kasih Allah kepada diri kita, kita tak akan mendapat kesukaran guna beriman. Tetapi bagaimana kalau hidup kita berada dalam perahu yang diterjang ombak dan topan, iman tetap dapat tumbuh berkembang.

Di situlah letaknya makna dari ‘ketekunan’, kesabaran dan ‘pantang menyerah’. Baik dalam keadaan hidup yang sukar maupun yang enak dan lancar, iman kita perlu tetap tahan dan malahan perlu bertumbuh ! Tak pernah berhenti bertanya dan menggunakan akal budi kita  - anugerah Tuhan sendiri - guna menyaksikan kebenaran dalam situasi apapun yang kita hadapi. Kalau demikian tentu iman kita semakin bertumbuh dan semakin dewasa.

Doa: Ya Yesus perteguhkan kan anugerahMu iman yang beri kepadaku. Bantulah aku agar aku selalu tekan dan bertahan.

Janji : "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.” --- Yohanes 6: 26

Pujian: Sewaktu Darta ditawari naik jabatan, tetapi dia harus melepas-kan imannya, ia menolaknya. Ia tetap bertekun di tengah godaan.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.