HARI MINGGU - HARI IBADAT
23 January 2022
Minggu, 23 Januari 2022
Minggu Biasa III
Nehemia 8: 3-5a , 5-7, 10-11;
Mazmur 19: 9,10,15;
1 Kor 12: 12-30 (singkat 1 Kor 12:12-14, 27)
Lukas 1:1-4; 4:14-21
“Hari ini kudus bagi Tuhan Allahmu” – Nehemia 8: 10
BACAAN PERTAMA dari Nabi Nehemia berkisah tentang Sejarah umat Israel sesudah Pembuangan 70 tahun ke Babilonia dan kembali ke Yerusalem yang sebagian besar telah menjadi puing-puing. Tetapi bacaan itu juga berkisah tentang sejarah iman umat. Mereka mengadakan pembaruan kembali perjanjian mereka dengan Allah.
Saat sudah kembali ke Yerusalem mereka berkumpul kembali untuk Ibadat bersama. Ezra-lah yang waktu itu menjadi imam yang memimpin Ibadat. Ia membacakan Kitab Suci dan menafsirkannya. Ia memberi tiga pesan singkat.
- Pertama, Ezra berkata, “Hari ini kudus bagi Tuhan Jangan kamu berduka dan menangis”.
- Kedua, ia mendesak agar rakyat merayakan pembebasan mereka, dengan “makan sedap-sedapan” dan “minumlah minuman manis”.
- Ketiga, bersukacitalah “sebab Tuhan itulah perlindunganmu” (Neh 8: 10-11).
Bacaan pertama itu juga menggambarkan bagaimana umat Israel yang hadir menanggapi seruannya:
- sejak pagi-pagi sampai tengah hari mereka datang berkumpul. Mereka semua tidak hanya mengatakan ‘amin’ tetapi ikut aktif berdoa penuh.
- Mereka mendengar bacaan dari Kitab Taurat dengan penuh perhatian. Mereka berdiri, mengangkat tangan dan membungkukkan badan ke depan sambil menyembah.
- Mereka berseru serentak “Amin – Amin!” (Neh 8:3,6).
Dan kita ? Bagaimana kalau kita ber-Ibadat di Hari Minggu ?
Tiap Minggu – dalam keadaan normal- kita beribadat Misa untuk merayakan syukuran atas apa saja yang Tuhan lakukan bagi kita. Karena hari pertama adalah Kebangkitan Kristus maka tiap hari Minggu itu kudus. Seperti umat Israel, kita merayakan pembebasan kita dari maut. Juga seperti mereka mengarah ke depan kembali ke tanah air mereka -Yerusalem- demikian pula kita menatap masa depan merindukan pulang kembali kita ke surga, ke rumah Bapa. Banyak sekali hal-hal yang kita miliki untuk bersyukur kepada Tuhan dan merayakannya.
Bersiap-siaplah bersama keluarga pergi ke gereja untuk ber-Ibadat syukuran. Kita ingin mengungkapkan rasa terima kasih dan syukur kita karena ‘Salib Yesus’ yang menyelamatkan dan memperolehkan kemerdekaan yang kita alami.
Ada yang lebih. Bila kita datang dengan hati yang siap mendengarkan sabda-Nya, sabda Allah itu akan dirasa hidup dan menyapa kita. Kehadiran Yesus secara sakramental akan mengisi hati kita dengan kasih dan rahmatnya bagi kita agar kita menjalani hidup untuk semakin kudus dan bermakna bagi sesama.
Bila kita datang ber-Ibadat dengan keadaan dan sikap hati yang tepat, sebagai mana Umat Israel zaman Ezra, tentu Tuhan berkenan mengisi penuh-penuh hati dan hidup kita, dengan segala macam berkat. (S.Widjojo).
DOA : Terima kasih Yesus atas karya pembebasan bagi kami. Kami percaya pada-Mu. Kami rayakan kasih-Mu hari ini.
JANJI : “Pada hari Sabat, Ia ke rumah Ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. …Kemudian Ia menutup kitab itu, … lalu duduk dan mata semua orang dalam rumah Ibadat itu tertuju kepada-Nya” – Lukas 4: 16c.20.
PUJIAN : Mas Anton berkisah bahwa setelah ikut rajin hadir Temu Lingkungan, membahas bahan bacaan untuk Minggu berikut – oleh pemandu dari lingkungan , yang bergantian, ia dan teman-teman lalu merasa bergairah dalam hidup menggereja.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ