HATI SEORANG IBU
20 June 2020
Sabtu, 20 Juni 2020
Hati Tersuci SP Maria
Yesaya 61: 9-11
MT 1 Samuel 2: 1, 4-8
Lukas 2:41-51
“Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami ? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau?” --- Lukas 2:48
KEMARIN PESTA Hati Kudus Yesus. Sekarang Hati Tersuci Maria, Bunda Yesus.
Para Sarjana Agama Yahudi sudah sejak lama dengan suka hati membuka semacam kuliah terbuka dengan tanya jawab soal-soal agama. Ini sudah berjalan lama sekali sampai zaman Yesus boleh berkunjung ke Bait Suci untuk pertama kali, di usia 12 tahun. Di situ Yesus ikut serta dalam kerumuman kuliah umum itu dan ikut terlibat dalam tanya jawab dengan para sarjana, yakni para alim ulama.
Yesus sebagai pendatang baru, ahli agama termuda, tidak hanya mengulang apa yang dikatakan oleh para alim ulama tetapi juga bertanya untuk mempertajam pemahaman agama. Pertanyaan sering bernada retoris, kadang bernada pengandaian. Semua pertanyaan ditujukan agar memperoleh pengertian lebih mendalam tentang kebenaran-kebenaran mengenai Allah maupun Ke-Sepuluh Perintah. Ini membuat “semua orang yang mendengar Dia sangat heran kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya” (Luk 2:47).
Dan Bunda Maria memanfaatkan kesempatan tanya-jawab itu guna memperdalam pengertiannya. Dulu, sewaktu peristiwa Kabar Gembira, Maria bertanya kepada malaikat Gabriel, “Bagaimana mungkin hal itu terjadi….?” (Luk 1:34). Sepanjang hidupnya, ia bertanya pada dirinya sendiri, “Bagaimana saya bisa menunaikan tugas kehendak Bapa?” Dan dalam bacaan Injil ini, kita mendengar pertanyaan Maria, “Mengapa Engkau berbuat demikian terhadap kami ?”
Tentu saja jawaban Yesus muda ini sangatlah membuat kaget! Karena Yesus menjawabnya dengan suatu pertanyaan: “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu bahwa Aku harus berada dalam rumah Bapa-Ku!” (Luk 2:49). Yesus tahu kalau orangtua-Nya, Yosef dan Maria, belum sepenuhnya memahami hubungan pribadi-Nya dengan Bapa dan perutusan-Nya yang telah dipersiapkan Bapa. Kalau tahu, tentu Maria dan Yosef tak perlu menghabiskan waktu tiga hari tiga malem, mencari-Nya di penginapan-penginapan dan di pasar atau tempat umum, tetapi langsung saja ke Bait Suci dan menemukan Anak-nya yang dicari-Nya.
Kitab Suci tidak menulis, kira-kira apa jawaban Maria terhadap pertanyaan Yesus itu. Yang kita ketahui yakni bahwa, “ibu-Nya menyimpan semua perkara di dalam hatinya” (Luk 2:51). Dan tentu saja jawaban Yesus itu dapat diartikan, itu mulai mempersiapkan hati Maria guna nanti kalau Yesus meninggalkan rumah dan mulai muncul berkarya di masyarakat umum. Maria menyerahkan seutuhnya Puteranya kepada kehendak Bapa.
Hari ini kita renungan pesta Hati Maria tak-bernoda. Hati Maria selalu dengan tenang di dalam Allah, dan dia tahu apa artinya hatinya pernuh pertanyaan. Bila kita mempunyai pertanyaan, Bunda Maria tentu mendengarkan kita dengan penuh kesabaran. Dan bila kita diam tepekur, mungkin Maria akan balik bertanya kepada kita, sebagaimana juga Yesus dulu balik bertanya kepadanya!
DOA: Ya Bunda Maria, tolonglah aku untuk jujur dengan pertanyaan-pertanyaanku sendiri. Rangkullah aku dalam dekapan kasih-Mu.Tolong daku untuk mengalami kasih Bapa lebih luas dan dalam lagi!
JANJI: “Aku memuji Tuhan yang telah memberi aku nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajariku!” --- Mazmur 16:7
PUJIAN: Pada waktu heboh wabah Corona Maret yang lalu, umat katolik berdoa Novena baik di rumah atau sendiri-sendiri di gereja dan selalu menambah 3x Salam Maria, memohon bantuan Bunda Maria yang ber-Hati suci tak bernoda.