HATI YANG BARU
09 September 2021
Kamis, 9 September 2021
St. Petrus Claver
Kolose 3:12-17
Mazmur 150:1-6
Lukas 6:27-38
“Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikiankepada mereka.” Lukas 6:31
UNTUK DAPAT mengasihi orang-orang yang sudah pernah menyakiti hati kita memang bukanlah hal yang mudah. Kepahitan hati karena pernah disakiti oleh seseorang, memerlukan waktu untuk bisa memaafkan orang yang telah melukai hatinya itu. Bahkan, kata orang, karena kepahitan hati, tak jarang kita malah membenci dan memutuskan komunikasi kita dengan orang yang menyakiti hati kita tersebut. Dan lebih dari itu, kita lalu melakukan berbagai cara untuk balas dendam kepadanya, dan bila tidak mungkin kita melampiaskan emosi dan kekesalannya ke orang lain.
Firman Tuhan hari ini meneguhkan kita untuk mau mengampuni dan mengasihi orang yang pernah menyakiti hati kita. Ini tentu tidak mudah. Tetapi sebagai pengikut Kristus, kita harus memperjuangkannya, karena Tuhan menginginkan kita untuk mengampuni dan mengasihi sesama kita. Kalau tidak, kita sendiri yang akan rugi yakni membawa beban kesebalan hati ke mana-mana dan hati kita tidak damai. Di dalam doa Bapa Kami, ingatlah akan kata-kata ini: “…dan ampunilah kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami…”doa kita ini menyadarkan kita semua bahwa kita harus mengampuni yang bersalah.
wa kita harus mengampuni yang bersalah. Kita harus berusaha dan meminta rahmat Tuhan, kita mau datang ke dalam hadirat-Nya agar hati kita diubahkan menjadi hati yang baru atau dimampukan memiliki hati yang baru, hati yang mengampuni dan bersedia untuk tetap mengasihi orang yang telah melukai hati kita.
Kita semua pasti ingin menyenangkan hati Tuhan, untuk itu kita harus menghidupi kasih Tuhan di setiap saat, salah satunya dengan cara tetap mengasihi orang-orang yang sudah menyakitkan hati kita. (LS)
DOA: “Tuhan Yesus terima kasih karena Engkau mengasihi kami. Pimpinlah kami untuk mengasihi orang yang telah menyakiti kami.”
JANJI: “Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.” Kolose 3:15
PUJIAN: Dua hari setelah Natal tahun 1983, kita ingat dan terharu, mendengar Paus Yohanes Paulus II mengampuni Mehmet Ali Agca, yang dua tahun sebelumnya hendak membunuh Paus. Paus tak mengutuk Mehmet Ali Agca di muka umum bahkan meminta agar umat berdoa untuk Mehmet.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ