HATI YANG BERBELAS KASIH
07 October 2019
Senin, 7 Oktober 2019
SP Maria – Ratu Rosario
Yunus 1:1-17;2:10
MT Yunus 2:2.3.4.5.8
Lukas 10:25-37
“Datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan”--- Lukas 10:33
TUHAN MENGHENDAKI kita saling mengasihi sewaktu Ia memberikan perintah “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Yesus menghendaki kita mengasihi sesama di dalam mengasihi Dia.
Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya (1 Yoh 4:20).
Bagaimana kita bisa mengasihi, jika diri kita tidak di penuhi kasih Allah? Dengan hidup dalam kasih Allah, di penuhi kasih Allah dan memandang sesama sebagai bagian diri kita dan Allah, akan membuat kita mampu mengasihi. Seperti orang Samaria yang dalam perjalanannya melihat orang yang di rampok dan terluka, dapat menunjukkan kasihnya dengan membantu dan merawatnya.
Hiduplah selalu dalam kasihNya, dengan mencari kehendakNya, dekat padaNya, akan membuat kita di penuhi kasihNya untuk mampu mengasihi sesama kita. Dan kita pun akan semakin di kasihi Allah. Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” Amin.---- Yohanes 14:21. (HUI2)
Doa: Tuhan Yesus, bantu kami untuk selalu mendekat padaMu, penuhi kami dengan kasihMu yang akan memampukan kami untuk mengasihi siapapun.
Janji: “Dalam kesusahanku aku berseru kepada Tuhan, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kau dengarkan suaraku”. ---- Yunus 2:2.
Pujian: Santa Teresa dari Kalkuta, lahir di Üsküb, Kerajaan Ottoman, 26 Agustus 1910 dan meninggal di Kalkuta, India pada usia 87 tahun. Ia adalah seorang biarawati Katolik Roma keturunan Albania dan berke-warganegaraan India. Ia juga adalah pendiri Misionaris Cinta Kasih pada tahun 1950. Selain itu, ia selama lebih dari 47 tahun, melayani orang miskin, sakit, yatim piatu dan sekarat. Ia dinyatakan Beata oleh Paus Yohanes Paulus II, 19 Oktober, 2003, dan Santa oleh Paus Fransiskus, 4 September 1916. Pestanya tanggal 5 September, bulan lalu.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ