HATI YANG BEROBAR-KOBAR!
24 April 2019
Rabu, 24 April 2019
Kisah Para Rasul 3:1-10
Mazmur 105:1-4, 6-9
Lukas 24:13-35
“Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan... ?” —Lukas 24:32
SORE HARI, di Hari Kebangkitan-Nya, Yesus menampakkan Diri dan berjalan bersama dua murid-Nya dan berbincang-bincang dengan keduanya. (Yesus) lalu menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari Kitab-kitab Musa dan Kitab-kita nabi-nabi” (Luk 24:27). Sewaktu Yesus mengajar Kitab Suci kepada kedua murid-Nya, hati mereka terasa terbakar! (Luk 24:32). Rasa perasaan itu berarti hati mereka baru disucikan dan dimurnikan. Ini artinya, sore hari – hari kebangkitan-Nya- Yesus memurnikan hati murid-Nya lewat pengajaran Kitab Suci (firman) (Ef 5:26).
Maka kalau kita memberi kesempatan kepada Yesus memurnikan hati kita, kata-kata kita akan menjadi kuat penuh kuasa, berdaya penyembuhan dan mampu merubah pola hidup orang-orang yang mendengarkan kita. Kita berbicara keluar dari melimpahnya ‘perbendaharaan hati’ kita (Luk 6:45). Umpama saja, kita ingat, kata-kata Petrus (kotbahnya) setelah hari Pentakosta itu adalah “roh dan hidup” (Yoh 6:63). Petrus membawa ribuan orang kepada Kristus di hari pertama Pentakosta kristiani (Kisah 2:14, 41). Petrus berkata kepada orang yang lumpuh sejak lahir agar bangkit dan berjalan dan orang itu sembuh total (Kisah 3:6 dst). Roh Kudus juga mendatangi dan mengurapi keluarga Kornelius, sewaktu Petrus memulai kotbahnya kepada mereka (Kisah 10:44).
Maka kalau kita berbicara keluar dari hati yang murni, kita berbicara dari hati Allah. Kita lalu dapat berbicara dengan kuat kuasa firman Allah sendiri. Berbahagialah orang yang murni hatinya, sebab mereka akan melihat Allah (Mat 5:8).
Doa: Ya Bapa, murnikanlah hati kami dengan iman (Kisah 15:9).
Janji: “Dan kedua orang itupun menceritakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti” (Luk 24:35).
Pujian: Sebagai pengajar firman yang diakui PKK Jakarta, pak Endarji menenguhkan imannya dengan setiap hari dengan menghadiri Ekaristi di gereja parokinya.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ