HATI YANG LEMAH LEMBUT SEBAGAI KUNCI KERENDAHAN HATI
08 March 2023
Rabu, 8 Maret 2023
Yeremia 18:18-20
Mazmur 31:5-6,14,15-16
Matius 20:17-28
“Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.” --- Matius 20:26
KITA SEMUA pasti merasakan kedamaian dan ketenangan ketika Yesus memanggil kita pertama kali untuk menjadi murid-Nya. Bahkan ketika seseorang masih tidak peka akan panggilan-Nya, Yesus tetap mengasihi-Nya. Panggilan Raja di atas segala Raja ini memang sangat berbeda dengan tawaran di dunia. Yesus memanggil kita tanpa bersyarat dan tanpa pilih kasih. Sang Raja memimpin dan membimbing kita dengan damai sejahtera. Untuk itu, sudah selayaknyalah kita berusaha untuk meneladani kepemimpinan ini, menjadi seseorang yang bisa membangun, memimpin, dan melayani dengan hati yang lemah lembut. Hati yang lemah lembut adalah kunci kerendahan hati. Hati yang lemah lembut tidak mementingkan kedudukan, kehormatan, penghargaan diri, dan tidak mengandalkan pengertian dan kekuatan pribadi. Hati yang lemah lembut bukan milik dunia ini, di mana kekerasan dibalas dengan kekerasan, kejahatan dibalas dengan perbuatan yang minimal setimpal, dan penghalalan segala cara menurut yang diingini oleh kedagingan. Di mana semuanya ini dapat menjatuhkan manusia ke dalam dosa dan kehancuran. Dalam masa prapaskah ini, mari kita melihat kembali sudahkah kita semua mempunyai hati dan sikap yang lemah lembut? Jika hati kita menjadi semakin keras, dingin, dan menjadi semakin tidak damai, mari kembali kepada Sang Pemilik Hati yang lemah lembut, hati yang lemah lembut adalah awal kita dapat mengampuni orang lain dan mengampuni diri sendiri, semakin damai, dan semakin penuh ketenangan. (FL).
DOA: ”Tuhan Yesus, Sang Raja Damai, curahkanlah karunia-Mu, berikanlah kami hati yang lemah lembut, sehingga dalam segala hal, kami terpacu untuk selalu rendah hati.”
JANJI: “Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku.” Mazmur 31:5
PUJIAN: Santo Padre Pio dari Pietrelcina merupakan Santo abad XX yang rendah hati. Kata-kata bijak dari Santo Padre Pio dapat menginspirasi kita semua untuk selalu belajar rendah hati:”Kerendahan hati, kerendahan hati, dan selalu hidup dengan kerendahan hati. Iblis pun gentar dan gemetar di hadapan jiwa yang rendah hati.” Santro Padre Pio tetap memilih menjadi seorang biarawan miskin yang berdoa di biara kecil di Rotondo, Italia dan hidup dengan penuh kerendahan hati walaupun ia dicari begitu banyak orang karena anugerah stigmata yang diterimanya.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ