HATI YANG MEMPERHATIKAN UMAT BERMASALAH
26 March 2020
Kamis, 26 Maret 2020
Keluaran 32:7-14
Mazmur 106:19-23
Yohanes 5:31-47
“Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah bangsa yang tegar tengkuk. Oleh sebab itu, biarkanlah Aku, supaya murka-Kubangkitan terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka. (Sabda-Nya kepada Musa) Tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar” ?Keluaran 32:9-10
MUSA BERHASIL membawa keluar bangsa Yahudi dari perbudakan di Mesir. Tetapi mereka tidak patuh kepada Yahwe. Mereka akan dibinasakan. Tetapi Allah menjanjikan kepada Musa kesempatan terbebas dari bangsa, yang ia bimbing, tetapi tidak setia (Kel 32: 9-10). Mereka ini nenek moyang bangsa Ibrani atau Yahudi. Mereka selalu dan terus menerus memancing kemarahan Musa. Tetapi Musa begitu mengasihi bangsa itu. Ini dibuktikan dengan sabar selama empatpuluh tahun menemani mereka dengan penuh kasih dalam perjalanan di padang gurun. Bangsa yang ia tuntun sering ‘grundelan/ngomel’ dan berontak. Ternyata bukan kebebasan dari bangsa yang tegar tengkuk sebagaimana Tuhan janjikan, tetapi justru Musa malah tetap menaruh hati sekali kepada mereka. Ia doakan keselamatan mereka. Ia mohonkan pengampunan kepada Tuhan yang rahim (Kel 32: 11 dst).
Dan bagaimana Yesus? Dia bertindak seperti Musa. Zaman Yesus orang Israel menolak cinta dan perhatian-Nya. Meskipun sebenarnya Yesus dapat saja mengembalikan berkat surgawi dan membiarkan kita menghadapi masa depan sendirian tanpa Allah, yakni dunia tanpa harapan (Ef 2: 12), toh Yesus tetap mendoakan kita-kita di hadapan Allah (1 Yoh 2:1), sebagai Imam mengatas namakan Umat-Nya, di hadapan tahta Bapa-Nya (Ibr 2: 18; 4: 16). Dan lebih dari itu. Yesus malahan mempersembahkan hidupnya sebagai korban persembahan atas Umat-Nya yang berdosa dan tak tahu berterima kasih.
Dan bagaimana kita sendiri? Apakah ada orang yang menjadi beban bagi hidup anda? Mungkin orang itu pasangan hidup anda, anak atau orang tua anda sendiri. Mungkin anda seperti Yesus dan Musa tetap mendoakan mereka, memperhatikan dan mencintai-nya?
Mari kita berlutut dan berdoa dan mengucapkan syukur kepada Tuhan (Luk 17: 15-16). Mari kita tetap dan akan selalu berterima kasih kepada Tuhan atas kasih dan perhatian-Nya yang tak pernah pudar ! Lalu mari kita memohon kepada-Nya, mohon rahmat untuk mengasihi dan memperhatikan orang-orang itu sebagaimana Tuhan telah mengasihi dan memperhatikan kita (Yoh 15:13).
DOA : Bapa, berkenanlah membawa diriku ke jejang kasih yang lebih tinggi, kasih yang bersedia berkorban. Semoga kasih dan perhatian ku kepada orang-orang itu mencerminkan kasih dan perhatian-Mu kepada mereka.
JANJI : “Pekerjaan itu juga yangKu-kerjakans ekarang, dan itulah yang memerika kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku” ?Yohanes 5: 36
PUJIAN : Selain mengajari memberi uang kepada orang yang minta-minta Darto mengajari anaknya untuk berdoa juga bagi orang yang miskin itu.
Penanggungjawab Renungan Harian: Rm. Subroto Widjojo, SJ