HIDUP BAHAGIA KEKAL BERSAMA YESUS
10 June 2024
Senin, 10 Juni 2024
1Raja-Raja 17:1-6
Mazmur 121:1-2.3-4.5-6.7-8
Matius 5:1-12
“Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu” --- Matius 5:12
HIDUP BAHAGIA menjadi dambaan setiap orang. Seringkali orang melakukan segala cara mendapatkannya. Ciri-ciri orang yang berbahagia dapat terlihat dalam diri pribadi yang kuat, bersemangat, tenang, dan percaya diri. Mereka berani menghadapi dan sanggup menyelesaikan setiap masalah yang datang dalam hidupnya.
Yesus menginginkan para murid-Nya mempunyai kualitas hidup bahagia yang lebih dari sekedar batasan tersebut. Hal itu disampaikan-Nya saat berkothbah di bukit. Bahwa untuk memperoleh kebahagiaan tidak hanya cukup dengan memenuhi kebutuhan duniawi saja. Ada hal-hal penting lain yang harus dilakukan, di antaranya adalah bagaimana harus bersikap miskin di hadapan Allah, lemah lembut, mencari kebenaran, murah hati, suci hati, membawa damai, menegakkan kebenaran, dan siap dicela karena Yesus. Cara-cara demikianlah yang akan membuat mereka memperoleh kebahagiaan duniawi, dan Kerajaan Allah.
Di akhir kothbah-Nya, Yesus meminta mereka bersukacita dan bergembira meski akan dianiaya seperti para nabi-nabi terdahulu oleh karena Dia. Yesus menjanjikan upah besar di sorga bagi mereka yang bersedia menderita demi menaati kebenaran dalam Yesus. Dan pada saatnya nanti, mereka akan diberikan anugerah terindah, untuk hidup bahagia abadi bersama Yesus di sorga. (Thony Octa)
DOA: ”Ya Yesus, mampukanlah kami selalu setia menjadi pelaku Firman-Mu dalam pergumulan hidup kami di dunia, Amin.”
JANJI: “Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam.” - Mazmur 121:5-6
PUJIAN: Henrykus dilahirkan di Bolzano, Italia pada tahun 1250. Setelah remaja ia pindah ke Treviso. Sehari-hari bekerja sebagai buruh. Ia membagikan sebagian besar penghasilannya kepada kaum miskin. Ia berusaha sesering mungkin menyambut komuni kudus setiap hari, dan mencintai Sakramen Tobat. Hidupnya sangat saleh dan ditandai dengan banyak mati raga. Ketika Henrykus berusia lanjut, meskipun kondisi tubuhnya lemah, ia tetap berusaha menerima komuni dengan mengunjungi gereja setempat. Pada tanggal 10 Juni 1315 ia wafat. Seseorang yang sedang sakit menjadi sembuh setelah menyentuh jenazahnya. Mukjizat itu menyebabkan banyak orang datang untuk menghormatinya. Henrykus dibeatifikasi pada 23 Juli 1750 oleh Paus Benediktus XIV, setelah penyelidikan seksama atas 276 mukjizat yang tercatat atas namanya.
Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)