HIDUP DALAM GELAP ATAU TERANG

27 December 2023

Rabu, 27 Desember 2023

1 Yohanes 1:1-4

Mazmur 97:1-2,5-6,11-12

Yohanes 20:2-8


"Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu  sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.” --- Yohanes 20:8


SEBERAPA SERING kita melakukan sakramen pertobatan, yang memang dalam aturan gereja minimal sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun. Padahal setiap kali kita ikut dalam perayaan Ekaristi selalu diawali dengan pernyataan tobat. Walaupun begitu apakah benar kita tidak melakukan kesalahan atau dosa, bahkan bisa-bisa kita kembali kepada dosa kita sebelumnya.

Saudara/i terkasih, dalam Injil Yohanes hari ini mau menyerukan akan Yesus yang sudah bangkit, seharusnya sebagai kemenangan bagi pengikut-Nya penuh sukacita, semangat, tetapi sebaliknya, penuh ketakutan, kebimbangan, keragu-raguan bahkan tidak mengerti maksud Yesus selama ini bahwa Anak Manusia harus mati demi keselamatan manusia. Hati pikiran mereka begitu ditutup oleh kegelapan. Gelap di sini diartikan oleh Yohanes sebagai ketidakpercayaan, ketiadaan iman (dosa), mengingat situasi saat itu membuat nyali para pengikut Yesus ciut karena dicari-cari oleh orang-orang Yahudi untuk ditangkap juga. Mereka benar-benar yakin sampai pada peristiwa pentakosta terjadi diruang atas.

Janji Tuhan tidak pernah berubah dari dulu hingga saat ini. Kita yang hidup di era 2000-an telah melewati banyak peristiwa, masihkah meragukan-Nya? Bertobatlah dan berbalik kepada Tuhan Allah supaya kita memperoleh roh pengertian untuk hidup menurut terang-Nya, sebab  dengan inilah imanmu semakin kuat dan percaya bahwa Tuhan Yesus Kristuslah yang memberikan berkat dan rahmat kepada kita. (Fransiskus Setiawan).

 

DOA: ”Tuhan Yesus Kristus, teguhkanlah iman kami supaya terang-Mu selalu hadir dalam hidup dan kebenaran. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami, Amin.”

JANJI: “Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus.” - Mazmur 97:11

PUJIAN: St. Yohanes adalah seorang nelayan di Galilea. Ia, bersama dengan St. Yakobus saudaranya, dipanggil untuk menjadi rasul Kristus. Yesus memberi julukan “anak-anak guruh” kepada kedua putera Zebedeus ini. St. Yohanes adalah rasul yang termuda, amat dikasihi oleh Yesus. Yohanes juga satu-satunya rasul yang berdiri di kaki salib. Yesus yang sedang menghadapi ajal menyerahkan pemeliharaan Bunda-Nya kepada murid yang dikasihi-Nya ini. Sambil memandang Bunda Maria, Ia berkata, “Inilah ibumu.” Jadi, hingga akhir hidupnya di dunia, Bunda Maria tinggal bersama St. Yohanes. Hanya Yohanes seorang yang memperoleh hak istimewa untuk menghormati serta melayani Bunda Allah yang tanpa noda. Yohanes hidup hampir seabad lamanya. Ia sendiri tidak wafat dimartir, tetapi sungguh ia menempuh hidup yang penuh penderitaan dan wafat sekitar tahun 100.

Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.