HIDUP DALAM KELIMPAHAN HIKMAT ALLAH
13 October 2022
Kamis, 13 Oktober 2022
Efesus 1:1-10
Mazmur 98:1, 2-6
Lukas 11:47-54
“Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, padahal nenek moyangmu telah membunuh mereka ” --- Lukas 11:47
Merasa paling benar seringkali menjadikan seseorang melebih-lebihkan kemampuan dirinya sendiri. Tidak berpikir bahwa dirinya adalah orang yang tidak mempunyai kemampuan. Saat bertemu orang lain akan cenderung berdebat untuk menunjukkan bahwa dirinyalah yang paling benar. Dia akan sengaja mematahkan pendapat-pendapat orang lain yang disertai dengan alasan-alasan yang menurutnya paling benar. Tak jarang juga biasanya akan memprovokasi orang-orang di sekitarnya untuk menyetujui pendapatnya.
Sifat merasa paling benar tersebut dapat kita lihat pada seorang Farisi yang mengundang Yesus makan di rumahnya. Ia heran melihat Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan. Karena ia menganggap bahwa Yesus tidak mematuhi adat istiadat nenek moyangnya. Ia memprovokasi agar orang-orang menyalahkan Yesus. Maka Yesus mengecam dengan tegas dan pedas, dengan beberapa kali mengatakan “celakalah kamu.” Yesus mengecam perilaku munafik orang-orang Farisi yang seolah-olah menghargai dengan membangun makam para nabi terdahulu. Yesus mengingatkan akan peringatan Allah, supaya semua orang pada zaman itu dituntut tanggung jawab darah semua nabi yang telah dibunuh dan dianiaya. Juga Yesus mengecam atas ajaran-ajaran palsu untuk menghalang-halangi kedatangan Yesus yang menggenapi Taurat. Meski Yesus telah berangkat dari tempat itu, mereka terus mengintai dan membanjiri dengan berbagai pertanyaan kepada Yesus. Mereka terus berupaya menjebak dari kesalahan perkataan Yesus, sehingga dapat menangkap-Nya.
Kita dapat belajar dari sikap buruk orang-orang Farisi. Kedegilan hati akan menghalangi kedatangan Yesus. Karena kedegilan hati dapat membuat kita buta akan kebenaran. Dan kemunafikan dapat membuat kita jatuh ke dalam dosa. Sebab di dalam diri Yesus Kristus kita beroleh pengampunan dosa, agar hidup kita dalam kelimpahan hikmat dan pengertian dari-Nya. Semoga kita tetap di dalam Tuhan, supaya kita kudus,rendah hati dan tak bercacat di hadapan-Nya. (TON).
DOA: “Yesus, mampukanlah kami untuk menjadi pembuka jalan dengan bersaksi akan ajaran Kasih-Mu kepada sesama kami.”
JANJI: ”Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.” - Mazmur 98:3
PUJIAN: Raja Eduardus adalah seorang raja Inggris yang sangat memperhatikan rakyat kecil dan membantu perkembangan Gereja. Ia merombak semua kuil menjadi Gereja bagi upacara-upacara suci. Ia mendirikan biara Westminster. Ia dijuluki sebagai The Confessor artinya Pengaku Iman. Ia wafat tanggal 13 Oktober tahun 1066. Tahun 1617 dinyatakan sebagai Santo, dan dua tahun kemudian jenazahnya dipindahkan ke biara Westminster oleh Santo Thomas Becket dan tiap tanggal 13 Oktober Gereja memperingatinya sebagai Hari pestanya.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ