HIDUP DI TENGAH MASYARAKAT YANG BERBAHAYA

20 June 2019

Kamis, 20 Juni, 2019

2 Korintus 11:1-11

Mazmur 111:1-4, 7-8

Matius 6:7-15

 

“Aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh oleh ular itu dengan kelicikannya.” — 2 Korintus 11:3

 

DI ABAD PERTAMA, kota Korintus di Yunani Selatan adalah kota maksiat. Kota sex-bebas, kekerasan dan terdapat praktek-praktek takhayul dan santet. Ditambah lagi kota Korintus waktu itu merupakan kota sekuler, berbudaya tinggi seperti di zaman sekarang kota berbudaya–kematian.

Karena itulah Santu Paulus sangat was-was jangan-jangan umat kristiani di situ budi dan pikirannya tercemar dari kesetiaan mereka yang murni kepada Kristus (2 Kor 11:3-4).  Dia tahu benar bahwa umat kristiani di kota itu mudah sekali ditipu oleh ajaran-ajaran sesat (2 Kor 11: 3-4). Paulus menganggap hal ini sebagai tanda bahwa mereka tak lama lagi kehilangan iman mereka yang sejati.

Di dunia zaman sekarang, lebih di dunia di Barat, di mana kita sekarang hidup ini, keadaannya seperti di kota Korintus. Bukan hanya umat kristiani dalam bahaya murtad dari iman kepada Yesus Kristus, tetapi memang banyak sekali yang menjauhkan diri dari Gereja, tak mengikuti Kristus lagi. Dan sebelum akhir zaman , gelombang murtad ini makin menjadi-jadi (2 Tes 2:3). Hal ini merupakan suatu peringatan bahwa kita dalam bahaya kehilangan cinta kita pertama kepada Kristus (Mat 24:12).

Karenanya Paulus dengan tegas campur was-was, ia katakan, siapa yang menyangka, bahwa dirinya teguh berdiri, tetap perlu hati-hatilah, jangan sampai ia jatuh! (2 Kor 10:13). Berjaga dan berhati-hatilah.

Dalam surat kepada umat Ibrani ditulis, “Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan sampai terdapat seorang yang hatinya jahat, dan tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup “ (Ibr 3:12). Tetapi kita selanjutnya juga dihibur dan dibesarkan hati kita, “Kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup” (Ibr 10:39).  

 

Doa: Ya Bapa,  sebaiknya aku mati demi Bapa, dari pada aku menyangkal Diri-Mu!

Janji: Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu!” --- Matius 6:14-15     

Pujian: Sepuluhan tahun terakhir ini berkembanglah studi tentang Teologi Tubuh. Yurika dan teman-teman giat mengajak teman dan kenalan untuk ikut kuliah yang  membahas Teologi Tubuh.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

 

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.