HIDUP KEKAL ADALAH ANUGERAH ALLAH
10 October 2021
Minggu, 10 Oktober 2021
Minggu Biasa XXVIII
Kebijaksanaan 7:7-11
Mazmur 90:12--17
Ibrani 4:12-13
Markus 10:17-27
“…pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di Sorga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku.” Markus 10:21
HARTA BIASANYA identik dengan uang, perhiasan mewah, properti yang dimiliki, kendaraan yang dipakai, dan sebagainya. Juga menjadi suatu ciri seorang kaya, - memiliki harta banyak- konsep yang umum dilihat dari kehidupan sehari-hari. Orang tidak dapat hidup tanpa uang. Dengan uang, kita bisa memiliki apapun di dunia, bahkan dapat menguasai dunia, bahkan hidup seseorang. Meski kita tahu, uang bukan segala-galanya.
Seringkali juga orang diminta untuk membantu sesama atau melayani gereja. Mereka ada yang bisa mengatakan ‘siap’, ada yang menolak, ada yang ‘ogah-ogahan’ dengan dalih ‘belum siap’. Alasan mereka: keuangan tidak atau belum mendukung ! Kita menjawab, ‘ tunggu nanti kalau sudah kaya’?
Apa betul, kita harus menunggu sampai kaya dulu dengan mengumpulkan harta dunia, baru membantu sesama dan memikirkan sorga? Atau apakah untuk menjadi pengikut Kristus adalah hanya orang-orang yang hidupnya miskin, terzolimi dan yang lemah, sakit tidak berdaya pasti memperoleh hidup kekal? Apakah Tuhan Yesus sendiri anti kemapanan?
Sama seperti kisah dalam Injil hari ini, kekayaan, keturunan, umur panjang sebagai simbol dari ciri-ciri orang yang berkenan di hadapan Allah bagi hidup orang Israel pada waktu itu. Tetapi bagi Yesus, itu semua bukan jaminan untuk memperoleh hidup yang kekal. Justru sebaliknya, Yesus meminta tidak menomor satukan harta. Dengan tegas, Yesus mengatakan, “juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin…!”
Yesus mau mengajak kita untuk lebih dalam lagi berfokus kepada Tuhan dan mengandalkan-Nya bukan mengandalkan kekayaan dunia. Kalau kita mau melepaskannya dan mau menjadi murid-Nya, hidup dan pekerjaan kita selanjutnya ditanggung oleh Tuhan. “Sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil, meninggalkan rumahnya, … orang itu sekarang pada masa ini akan menerima kembali seratus kali lipat, ….dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal” (Mrk 10:28, 30)
Bukan hidup dengan kerja keras demi mencari harta, melainkan hidup dengan mengandalkan Tuhan. Kita melepaskan semua harta kekayaan, malahan melepas sanak saudara sendiri, dan Tuhan-lan yang pertama, itulah yang membawa kita kepada Rahmat Allah. Dan inilah yang memperolehkan hidup kekal. Itu merupakan anugerah Allah semata. (F4)
DOA: Tuhan Yesus, kami berterima kasih telah disadarkan bahwa tujuan hidup kami untuk memuji dan memuliakan Dikau. Berilah kami semangat lepas bebas atas harta yang kami miliki. Semoga harta itu membantu kamu untuk memuji dan memuliakan Dikau sesuai dengan kehendak-Mu.
JANJI: “Alangkah sukarnya bagi orang yang ber-uang masuk ke dalam Kerajaan Allah” Markus 11: 23
PUJIAN: Ujud Universal Kerasulan Doa Oktober ini adalah Evangelisasi – agar umat memiliki jiwa semangat misioner ‘diutus untuk mewartakan Injil’. Disebut dalam doa, ‘Kita berdoa agar setiap orang yang dibaptis terlibat dalam pewartaan Injil, menyediakan diri untuk menjalankan misi, dengan siap menjadi saksi yang menghidupi semangat Injil’. Maka tepatlah kalau di tiap Minggu akhir Oktober, bertepatan dengan Minggu Biasa ke-30, adalah Minggu Misi.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ