HIDUP YANG BARU
09 April 2018
Senin, 9 April 2018
Kisah Para Rasul 4:23-31
Mazmur 2:1-3,4-6,7-9
Yohanes 3:1-8
Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." ---- Yohanes 3:3
NIKODEMUS MENJUMPAI Yesus pada waktu malam. Ia adalah seorang Farisi dan pemimpin agama Yahudi. Takut ketahuan oleh orang-orang Yahudi, Nikodemus menjumpai Yesus waktu malam. Ia bertujuan bukan untuk mempersoalkan ajaran yang Yesus wartakan, tetapi dia hanya ingin mengenal Yesus dengan lebih baik.
Walaupun Nikodemus seorang ahli Taurat dan pemimpin agama Yahudi namun keingintahuan yang luar biasa dalam dirinya, ia berbuat demikian. Ia sangat memperhatikan apa yang terjadi di kalangan orang Yahudi atas ajaran dan mukjizat yang dilakukan oleh Yesus. Baginya itu mengindikasikan bahwa Yesus adalah yang diutus Allah. Hal ini yang membuat dia membuka pembicaraan dengan Yesus “kami tahu”.
Sikap Nikodemus patut untuk ditiru. Sikap yang mau terbuka untuk mempelajari dan menanggapi sesuatu yang baru untuk diketahui dan dipahami.
Pembicaraan Nikodemus dengan Yesus itu adalah tentang bagaimana seseorang dapat melihat dan masuk dalam Kerajaan Sorga. Yesus menekankan bahwa jika seseorang ingin melihat Kerajaan Allah ia harus dilahirkan kembali. Dilahirkan kembali bukan berarti kita dapat masuk kembali ke dalam rahim ibu seperti yang dipahami oleh Nikodemus, tetapi dilahirkan kembali yang dimaksud Yesus adalah dilahirkan dengan air dan Roh.
Pemahaman dilahirkan kembali dengan air dan Roh, memang tidak diuraikan dengan lengkap dalam percakapan Yesus dan Nikodemus, tetapi dapat merujuk pada baptisan. Baptisan adalah tanda pertobatan yang membawa ke hidup baru. Dan Roh Kudus sebagai pencipta dan karunia hidup yang baru.
Kita pun demikian juga. Kita harus dilahirkan kembali sehingga dapat mengenal Yesus secara pribadi, dapat ber-relasi dan berwawancara dengan Yesus secara pribadi, seperti Nikodemus lakukan. Inilah yang membawa kita untuk dapat beriman dengan sungguh dan mendalam serta kuat. (Pieters)
Doa: Tuhan Yesus mampukan kami untuk memahami dan mengerti sungguh-sungguh tentang pribadi-Mu dan ajaran-Mu, sehingga kami dapat menjadi hidup yang baru dalam Engkau sendiri.
Janji: “Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar, supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murka-Nya menyala. Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya!” ---- Mazmur 2:11-12
Pujian: Setelah mengikuti Seminar Hidup Baru Dalam Roh (SHDR) dalam sesi menerima karunia Roh Kudus, saya benar-benar mengalami sentuhan rahmat-Nya, yang membuka hidup baru dalam Tuhan. Hidup yang semakin mencintai-Nya.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ