HIDUP YANG BERBUAH BANYAK
13 May 2020
Rabu, 13 Mei 2020
Santa Perawan Maria dari Fatima
Kisah Para Rasul 15:1-6
Mazmur 122:1-2, 3-4a, 4b-5
Yohanes 15:1-8
“Setiap ranting yang berbuah, dibersihkannya supaya ia lebih banyak berbuah” - Yohanes 15:2
ADA LAGU yang baru saja ngetop berjudul "Hidup ini adalah Kesempatan". Isinya kristiani banget. Hidup kita harus menjadi "berkat" - hidup kita harus berbuah. Sebagai murid, kita diberi tugas untuk mewartakan kebaikan dan Injil Tuhan kepada segala makhluk yang ada di dunia ini. Untuk itu, kita harus berbuah banyak dan tinggal di dalam Dia agar Dia tinggal di dalam kita. Buah yang dimaksud yang pertama adalah buah pertobatan, baik dalam hidup kita pribadi maupun hidup bersama orang lain. Selanjutnya buah-buah Roh yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri (Gal 5:22-23). Adakah itu sudah mulai ada di dalam hidup kita? Mana yang dapat kita sebutkan? Dan dari buah-buah ini, kita akan menjadi "berkat" bagi banyak orang. Ingat hidup kita ini hanya sementara - artinya 'ada akhirnya!'
Bagaikan sebuah Pokok Anggur di mana Allah Bapa adalah Pengusahanya dan Yesus adalah Pokoknya, dan kita bagai ranting-rantingnya yang harus melekat erat pada Pokok Anggur. Barangsiapa tinggal di dalam Dia dan Dia di dalam kita, maka akan berbuah banyak (Yoh 15:5). Semakin banyak buah yang dihasilkan oleh sebuah pohon, maka semakin banyak orang yang dapat menikmati berkah dari hidup kita. Jika pohon tersebut tidak menghasilkan buah, maka pohon itu akan hidup benar-benar percuma. Dan ini patut disayangkan.
Marilah kita hasilkan buah yang menjadi kewajiban bagi setiap umat Tuhan, agar hidup kita berguna bagi banyak orang, menjadi saluran berkat bagi sesama kita sesuai dengan kehendak Bapa di surga. Syarat hanya satu: Tetap tinggal erat Bersama pokok anggur, yakni Yesus sendiri. (HW)
DOA: Bapa Maha Pengasih, jadikanlah kami murid yang berbuah banyak, agar menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar kami. Amin.
JANJI: "Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan demikian kami adalah murid-murid-Ku" - Yohanes 15:8
PUJIAN: Santo Paulus, yang semula merupakan musuh orang Kristen, tetapi setelah berjumpa dengan Tuhan Yesus, ia berubah menjadi murid luar biasa, yang rela menderita demi memperkenalkan Kristus sampai ke ujung dunia. Hidupnya berbuah lebat.
Penanggung Jawab Renungan: Rm. Subroto Widjojo, SJ