HUKUM MANAKAH YANG PALING UTAMA?

12 March 2021

Jumat, 12 Maret 2021

Hosea 14:2-10

Mazmur 81:6c-8a, 8bc-9, 10-11ab, 14, 17

Markus 12:28-34


“Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu... Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Markus 12:30-31

TANYA JAWAB tentang “Kebangkitan Orang mati” terjadi di antara Yesus dengan orang Saduki. Mereka idak percaya akan adanya ‘kebangkitan’ (Mrk 12: 18-27). Jawaban tepat tentang kebangkitan oleh Yesus menarik perhatian orang Farisi dan ahli Taurat, yang percaya akan kebangkitan Mereka lalu bertanya kepada Yesus ‘manakah hukum yang paling utama’. Mereka sendiri bingung, karena ada 613 hukum yang mereka harus laksanakan.

Yesus dengan tepat menjawab mereka bahwa hukum terutama adalah “Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu, segenap jiwamu, segenap akal budimu dan segenap kekuatanmu”. Dilanjutkan hukum kedua ialah “.” Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari kedua hukum ini. Orang Farisi dan ahli Taurat tidak bisa berkutik, karena Yesus mengutip dari Kitab Ulangan (6:4-5) atau Imamat (19:18).

Dari jawaban itu, jelas Yesus tidak mengubah Hukum Taurat tetapi justru menyempurnakannya. Ia menegaskan ‘Hukum Kasih”-lah yang utama. Dalam hal ini kita bisa bertanya pada diri kita sendiri, ‘sejauh mana kita melakukan Hukum Kasih ini kepada Allah dan sesama kita?’.

Dalam kondisi Pandemi Covid-19 saat ini, di mana segala sesuatu terbatas untuk dilakukan, baik kegiatan gerejani di Paroki maupun Lingkungan, ”Apakah kita masih mau setia tetap beribadah meski secara ‘online’“? Tetap setia ber-ibadah dengan sepenuh hati dan tetap ber-relasi denganNya lewat doa pribadi? Bagaimana kepedulian kita terhadap sesama dan ber-relasi dengan mematuhi dengan ketat ‘protokol kesehatan’ ? Apakah ikut gerakan berbagi untuk sesama kita yang kurang mampu?

Nabi Hosea, salah satu dari 12 nabi kecil -tetapi tulisannya panjang. Ia tegaskan kepada orang Israel yang sudah mengingkari kasih akan Allah berpaling ke dewa-dewa, “Bertobatlah, hai Israel kepada Tuhan Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu” (Hos 14:2). Nabi Hosea berada dalam masa pemerintahan Raja Yerobeam II, yang mengalami kemerosotan iman dan moral, karena orang Israel hidup tidak mengandalkan Tuhan. Sebagian mengalami pengasingan di Babilon. Dengan lembut Hosea mendesak untuk kembali kepada kasih kepada Allah dan ingat akan kasih Allah. (SIW)

DOA: “Ya Yesus, penuh kasih, ampunilah kami telah tak peduli akan Hukum Kasih-Mu. Berilah kami Roh Cinta-Mu agar kami mampu melaksanakan hukum kasih-Mu”

JANJI: “Sekiranya umat-Ku mendengarkan Aku! Sekiranya Israel hidup menurut jalan yang Ku-tunjukkan!” Mazmur 81:14

PUJIAN: Santo Maximilianus dari Thebeste, usia 21 th, ditangkap karena menolak wajib militer dalam kekaisaran Romawi Sebagai orang Kristen, ia tidak mau melakukan kejahatan perang. Dalam sidang, ia berbagi iman akan Yesus kepada mereka, ia dijatuhi hukuman mati dengan dipenggal di pinggir kota Thebeste tahun 295 M.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.