HUKUM TAURAT DAN KASIH

12 June 2024

Rabu, 12 Juni 2024

1 Raja-Raja 18:20-39

Mazmur 16:1-2a.2.5.8.11

Matius 5:17-19


”Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi.  Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.”--- Matius 5:17


KEDATANGAN TUHAN Yesus ke dunia yang banyak mengajarkan kasih dan pengampunan,  disalahartikan oleh para ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi sebagai upaya Tuhan Yesus untuk meniadakan Hukum Taurat, namun dengan tegas Yesus  berkata: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi (Mat 5:18).

Seperti yang kita ketahui bahwa Hukum Taurat adalah perintah yang disampaikan Allah kepada bangsa Israel melalui perantara Nabi Musa, untuk menunjukkan dosa, pelanggaran, kelemahan dan keterbatasan manusia agar manusia mengakui bahwa ia sungguh membutuhkan kemurahan Allah. Di bawah hukum taurat, manusia yang berbuat dosa dan seharusnya menerima murka Allah akan   dihakimi sesuai perbuatannya, namun karena kasih karunia Allah datang melalui Yesus, anak-Nya sendiri yang mau berkorban dengan mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia dan menjadi jalan keselamatan bagi kita yang percaya kepada-Nya. Mengapa Allah sampai harus memgutus anak-Nya sendiri untuk kita? sebab Allah tahu tidak seorangpun mampu melakukan segenap hukum tersebut secara sempurna.

Sebab itu kita patut bersyukur mempunyai Tuhan Yesus yang datang untuk menggenapi Hukum Taurat dengan mengorbankan diri-Nya bagi kita semua pengikut-Nya yang mau taat menjalankan firman-Nya. (Lilyana)

 

DOA: "Ya Bapa yang baik, terima kasih atas segala pengampunan dan kasih yang Engkau berikan kepada kami semua manusia yang penuh  dengan kelemahan dan dosa ini, sertai dan tuntunlah selalu agar kami dapat hidup sesuai dengan hukum cinta kasih yang Bapa ajarkan kepada kami, Amin.”

JANJI: ”Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.” - Mazmur 16:11

PUJIAN: Santo Yohanes Fakundus, Pengaku Iman. Yohanes hidup antara tahun 1419-1497 lahir di Sahagun. Ia seorang pencipta dan pencinta perdamaian. Ia menjalani pendidikannya di biara Santo Fakundus dan kemudian bekerja sebagai pewarta Injil di Spanyol. Atas dorongan batinnya, ia kemudian masuk Ordo Santo Agustinus di Salamanka. Tuhan menganugerahkan kepadanya anugerah-anugerah yang luar biasa untuk menciptakan perdamaian antara para bangsawan dan ksatria yang saling bertikai. Pertikaian-pertikaian itu sering meningkat kepada aksi pembunuhan. Dalam hal pertikaian inilah Yohanes muncul dengan berani dan meredam tindakan-tindakan tak bertanggungjawab dari pemerintah setempat dan dari para bangsawan yang menindas rakyat. Seorang bangsawan yang turut dikecam Yohanes mengirimkan dua orang penjahat untuk membunuh Yohanes. Tetapi dihadapan kewibawaan Yohanes dan kesuciannya, pendirian kedua penjahat itu serta merta berubah. Mereka sebaliknya memohon ampun pada Yohanes. Keutamaan Yohanes adalah kebaktiannya yang besar pada Sakramen Mahakudus. Setiap malam sehabis doa ofisi bersama, biasanya ia masih tinggal di gereja menyiapkan Misa Kudus untuk pagi harinya. Devosi yang besar itu menghantar dia kepada anugerah luar biasa: penampakan Yesus waktu konsekrasi. Oleh teladan dan khotbahnya, kehidupan moral dan penghayatan iman umat dapat dipulihkan dan ditingkatkan.

Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.