HUKUM TERUTAMA

25 August 2023

Jumat, 25 Agustus 2023

Rut 1:1.3-6.14b-16.22

Mazmur 146:5-6.7.8-9a.9bc-10

Matius 22:34-40


“Itulah Hukum yang terutama dan yang pertama” --- Matius 22:38


SEPASANG CALON suami-istri ditanyai pastor paroki yang sedang mempersiapkan pernikahan mereka, “Mengapa anda berdua ingin menikah?” Mendapat pertanyaan ini, keduanya spontan menjawab, “Karena kami saling  mencintai.” Pastor kembali bertanya, “Saling mencintai ya, sekarang apa itu cinta?” keduanya bingung merumuskan cinta yang mereka miliki dan ungkapkan satu sama lain. Namun, mereka akhirnya mengatakan, “Pokoknya, Romo, kami mau membuat pasangan kami bahagia, itulah yang kami pahami tentang cinta.”

Cinta memang kadang sulit dirumuskan; lebih mudah dirasakan dan dinyatakan. Calon pasutri tadi merumuskan dengan sederhana; cinta adalah membuat orang lain bahagia. Artinya, di dalam cinta ada pemberian, penyangkalan, bahkan penyerahan diri sepenuhnya. Inilah yang dinyatakan oleh Rut kepada mertuanya, Naomi, seperti yang kita dengarkan dalam Bacaan Pertama hari ini. Ia bersedia menyerahkan seluruh dirinya dan imannya kepada hidup dan iman Naomi, mertuanya. Dan inilah hukum terutama yang diajarkan Yesus, yakni: mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia dengan segenap hati, jiwa dan akal budi. Artinya, memberi seluruh diri untuk Tuhan dan sesama. Di situlah terletak kebahagiaan dan keselamatan kita. (OBOR).

 

DOA: “Ajarilah kami, agar semakin mencintai sesama khususnya kepada diri-Mu, Amin.”

JANJI: ”Tuhan membuka mata orang-orang buta, Tuhan menegakkan orang yang tertunduk, Tuhan mengasihi orang-orang benar.” - Mazmur 146:8

PUJIAN: Salib adalah Simbol Iman kita dan Simbol Hukum Cinta . Tanda Salib, Kita membuatnya sejak kecil, dengan kumpulkan jari-jari  kanan, menempelkannya pada dahi, dada, lalu pada lambung kiri dan kanan, seraya mengucap, ‘Dalan Nama, Bapa, Putera dan Roh Kudus. ‘Nama suci TRITUNGGAL yang maha ESA.’ Allah Bapa mengasihi kita umat manusia, dengan mengirim Yesus, mengutus Putranya ke dunia karena cinta-Nya. Yesus mencintai kita, menebus dosa-dosa kita, dengan wafat di kayu Salib. Simbol ini mengingatkan kita akan Hukum Kasih: kepada Allah dan kepada sesama. Di Salib Yesus, berdiri tegak (vertikal), dan merentangkan tangannya ke kiri dan ke kanan (horisontal).   Vertikal, ungkapan Kasih total kepada Allah dan Horisontal, ungkapan Kasih kepada sesama seperti Yesus mengasihi kita, tanpa batas. Salib itu juga kita ungkapkan dalam bentuk benda (kayu) ,sebagai hiasan, yang kita pasang di tembok rumah, di atas pintu-pintu rumah. Yang kita selalu dapat melihatnya, dan kita diingatkannya agar kita melaksanakan Hukum Kasih itu. Jadi Salib itu adalah ungkapan Iman kita akan Tritunggal yang mahaesa, dan ungkapan Hukum Kasih.

Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.