HUKUM YANG MENYELAMATKAN
09 June 2021
Rabu, 9 Juni 2021
2 Korintus 3:4-11
Mazmur 99:5, 6, 7, 8, 9
Matius 5:17-19
“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya." ---- Matius 5:17
HUKUM ADALAH SUATU sistem peraturan yang di dalamnya terdapat norma-norma dan sanksi-sanksi yang bertujuan untuk mengendalikan perilaku manusia, menjaga ketertiban dan keadilan, serta mencegah terjadinya kekacauan.
Senada dengan arti hukum di atas, Mazmur 19:7 mengatakan, “Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.” Maka mengacu pada ayat ini, hukum Taurat ini bukan untuk mengatur kebaikan manusia dilihat dari sisi ‘punishment’ (hukuman) , tetapi untuk berubah dari dalam diri seseorang (mengalami transformasi)
Dalam bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus mengatakan, ”Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya." Tuhan Yesus mengajak kita melihat hukum Taurat itu sendiri bukan dari sisi beban yang mengikat (kuk) yang berat, tetapi menggenapi artinya melihat dari sisi Kasih Allah yang menyelamatkan.
Perusahaan tempat saya bekerja, menerapkan aturan New Life’s Activity (NLA), yang bertujuan untuk keselamatan dan kesehatan karyawan. Diberlakukan juga hukuman bagi pelanggar. Awalnya banyak pelanggaran dan banyak yang mendapat sanksi. Tetapi dengan berjalannya waktu, kesadaran untuk berperilaku dan bertindak secara benar semakin membaik. Karyawan tidak lagi melihat aturan itu sebagai hukum yang merugikan, tetapi sebagai perhatian perusahaan untuk menjaga karyawan sehat dan selamat dalam bekerja dan saling menjaga.
Maka marilah kita selalu melihat penggenapan Tuhan Yesus ini sebagai bentuk Kasih Allah yang menghendaki kita selamat sejahtera dan hidup bersama dalam ketertiban yang membuat hidup kita penuh sukacita dan damai sejahtera. (TDU)
DOA: Tuhan Yesus, terima kasih atas kasih-Mu. Berilah kami pengertian untuk selalu menjalani hukum Kasih-Mu.
JANJI:“Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran.” -- 2 Korintus 3:9
PUJIAN: Santo Primus dan Felicianus, kedua bersaudara, di abad III, mengunjungi orang-orang Kristen di penjara untuk menghibur dan meneguhkan hati mereka.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ