HUKUM YANG UTAMA: MENGASIHI

09 March 2018

Jumat, 9 Maret 2018

St. Fransiska dr Roma, Biarw

Hosea 14:2-10

Mazmur 81:6c-11,14,17

Markus 12:28b-34

“Hukum manakah yang paling utama?” --- Markus 12:28b

MENGASIHI ALLAH dan mengasihi sesama manusia adalah perintah Allah. Dan ini ditegaskan kembali oleh Yesus dalam menjawab pertanyaan seorang ahli Taurat. “Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu, segenap jiwamu, segenap akal budimu, dan segenap kekuatanu”. Mengasihi Tuhan tidak boleh setengah-setengah. Mencintai Tuhan dalam  setiap saat sepanjang hidup kita.

Tetapi dalam kenyataannya hal tersebut sulit untuk dilakukan dikarenakan berkembangnya teknologi dan arus modernisasi. Ini menyebabkan manusia lebih mencintai teknologi dari pada Tuhan, contoh : orang lebih asik memainkan hp-nya meski sedang beribadat di dalam Gereja; meski di dalam hp ada applikasi yang berisi Alkitab, bahan renungan baik tertulis maupun yang dapat didengarkan, dan bacaan-bacaan rohani serta doa-doa, tetapi hati lebih tertarik hal-hal yang duniawi dan yang rohani dikesampingkan. Oleh sebab itu, jika kita ingin mendapat penghiburan dan kekuatan di dalam hidup ini kita tidak mencari dalam benda-benda dan materi, tetapi kita harus kembali kepada Tuhan, sang pemberi dan pemelihara.

Perintah kasih yang sama, disebutkan “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Tuntutan dan perintah untuk mengasihi sesama manusia dilakukan sama halnya dengan mengasihi diri sendiri. Sebagai manusia, kita  tidak ingin diri kita diperdaya, dihina, disakiti, tetapi sebaliknya ingin dihargai, dicintai, disayangi. Apa yang dikehendaki manusia pada dirinya sendiri itulah yang seharusnya diperbuat bagi sesamanya. "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” (Mat 7:12).

Sesama manusia itu bukan hanya keluarga, tetapi juga rekan-rekan kerja, saudara-saudara dalam Gereja. Kita harus mengasihi sesama pun tetap harus tanpa syarat, artinya menerima setiap kelebihan dan kekurangan yang dimiliki orang lain, termasuk kepada orang yang telah menyakiti kita, mengecewakan kita dan bahkan membenci kita.

Dalam Hukum Taurat, perintah kasih kepada sesama manusia “seperti dirimu sendiri”. Dalam Perjanjian Baru Yesus menyempurnakan Perintah Kasih itu dan yang dijadikan pedoman bukan lagi ‘diri kita’ melainkan Yesus sendiri : “supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu” (Yoh 15:12). (IMS)

Doa: Bapa, ajarilah kami bahasa cinta-Mu agar kami dapat menyatakan cinta kami terhadap-Mu dan terhadap sesama kami dalam sikap dan tindakan seperti Yesus Putera-Mu telah mengasihi kami.

Janji: “Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ --- Hosea 14:10

Pujian: Bunda Teresa, yang sekarang sudah dinyatakan “orang kudus”, mengasihi dan mencintai sesama manusia lebih dari apapun. dia mencintainya tanpa memandang kasta dan harta. Itulah bukti cinta sejati kepada Allah, yang patut kita teladani.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.