IDENTITAS WARGA KERAJAAN ALLAH
13 June 2023
Selasa, 13 Juni 2023
2 Korintus 1 : 18-22
Mazmur 119 : 129,130,131,132,133,135
Matius 5 : 13-16
“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang” --- Matius 5 : 13
MELALUI RENUNGAN hari ini Yesus menekankan kehadiran kita di dunia ini untuk menunjukkan nilai-nilai Kerajaan Surga. Kita memberikan pengaruh dengan hidup berbeda dengan nilai-nilai dunia ini. Kita sebagai warga kerajaan Allah memiliki identitas yang disimbolkan seperti garam dan terang. Garam mempunyai fungsi sebagai pemberi rasa kepada makanan. Jadi ketika garam tidak berasa asin, maka garam itu tidak akan berguna dan akan dibuang.
Terang mempunyai fungsi untuk menerangi kegelapan. Kegelapan mempunyai arti bahwa manusia tidak bisa melihat bahwa ia berdosa di hadapan Tuhan dan perlu diselamatkan oleh Tuhan. Dunia ini penuh ketidakpastian dan ketakutan, dunia ini begitu rapuh. Di sinilah kita dipanggil untuk menunjukkan apa artinya menjadi terang. Kita diberikan tanggung jawab yang besar dan mulia dengan menunjukkan Yesus melalui hidup kita kepada orang lain.
Jadikanlah hidup kita sebagai terang dunia melalui perbuatan baik agar kehadiran kita di dunia tidak menjadi tawar. Wujudkan identitas kita dengan menjalankan fungsi garam dan terang kita dengan mengikuti teladan Yesus sebagai pelayan yang penuh kasih dengan memperjuangkan Firman Tuhan dan hidup kudus. (ASRH).
DOA: “Bapa, terima kasih Engkau memberikan kami kehormatan yang begitu mulia untuk menjadi garam dan terang di dunia ini yang penuh kegelapan. Tuntunlah kami untuk setia dengan identitas kami sebagai garam dan terang dunia melalui perbuatan baik dan kasih sehingga semua orang juga mengalami kemuliaan dan kasih Bapa melalui karya kita”
JANJI: “Bila tersingkap, firman-firmanMu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.” - Mazmur 119:130
PUJIAN: Ibu Teresa dari Kalkuta mengatakan kita semua mampu untuk menjadi baik dan jahat. Kita tidak dilahirkan buruk. Setiap orang memiliki sesuatu yang baik dalam diri mereka. Allah menciptakan kita untuk “mencintai” dan “dicintai”, maka kita diuji oleh Allah untuk memilih salah satu jalan ini. Suatu penolakan dalam cinta dapat menuntun orang untuk berkata “YA” pada yang jahat. Seseorang yang beriman pada Sang Bapa dipanggil untuk memperlihatkan kebaikan-kebaikan Sang Bapa dalam hidupnya.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ