IKUT YESUS PERLU KOMITMEN

02 May 2020

Sabtu, 2 Mei 2020 


St. Athanasius

Kisah Para Rasul 9:31-42

Mazmur 116:12-13, 14-15, 16-17

Yohanes 6:60-69


 “Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.” - Yohanes 6:66

 

SYARAT MENJADI MURID Yesus bukanlah pertama dan utama berpendidikan tinggi, kaya atau terkenal, akan tetapi yang terutama adalah kesetiaan. Bacaan injil hari ini mengungkapkan, pada awalnya para murid dalam mengikuti Yesus tidak mengalami kendala atau kesulitan sedikit pun alias semuanya terlihat mudah. Kemudian seiring berjalannya waktu, para murid Yesus menjadi mengerti bahwa untuk menjadi murid-Nya bukan berarti hanya menikmati janji-janji Yesus, namun lebih dari itu, yaitu mereka dituntut untuk menyerahkan diri secara total. Tidak ada lagi kompromi dengan hal-hal duniawi, segala kehidupan dan pengabdian hanya tertuju kepada-Nya.

Yesus menghendaki setiap kita yang mengikuti-Nya harus memiliki komitmen dalam jalan-Nya, meninggalkan segala keterikatan dengan hal-hal duniawi. Bila tidak, semua akan menjadi sulit dan terasa berat, dan pada akhirnya kita tidak akan sampai pada tujuannya.

Menjadi murid-Nya berarti kita akan berhadapan dengan banyak ujian dan ada harga yang harus kita bayar. Tetapi itu mungkin kalau kita bersandar bukan pada kekuatan diri kita sendiri, tetapi pada kekuatan rahmat-Nya. Pilihan ada di tangan kita, tetap menjadi murid-Nya dengan bantuan rahmat bantuan-Nya atau mundur, terasa berat. Ini dikarenakan kita hanya me- ngandalkan kekuatan diri kita.

Dia yang memanggil. Dia yang mengutus. Dia pula yang menyertai kita selalu.  (PTR)

 

DOA : Tuhan Yesus, tuntun kami dengan Roh Kudus-Mu, agar kami mampu menjadi pengikut-Mu yang setia, sehingga kelak kami dapat menikmati hidup kekal bersama Engkau dan para Kudus di Sorga. Amin.

 JANJI : “Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.”  - Yohanes 6:63

PUJIAN: Hari ini kita peringati St. Athanasius. Dia seorang Pujangga Gereja dan Uskup Agung, di Alexandria, Mesir. Waktu itu muncul ajaran sesat dalam Gereja mengenai “Hakikat Yesus”. Ajaran sesat Arianisme menolak ‘keilahaian’ dalam Diri Yesus. Ajaran ini ditolak dalam Konsili Nicea, yang ia hadiri secara aktif. Ini melahirkan Credo atau Syahadat Para Rasul yang pendek.


Penanggungjawab Renungan: Rm. Subroto Widjojo,SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.