IMAN ADALAH KUNCI KESELAMATAN
01 June 2023
Kamis, 1 Juni 2023
Sirakh 42:15-25
Mazmur 33:2-3,4-5,6-7,8-9
Markus 10:46-52
“Yesus Anak Daud, kasihanilah aku. Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.” --- Markus 10:47,52
KETERBATASAN FISIK tentu membuat ruang gerak sangat terbatas. Dalam keadaan yang demikian seseorang pasti memiliki harapan untuk sembuh. Keterbatasan hendaknya tidak menjadi alasan untuk tidak melakukan apa-apa. Hendaknya keterbatasan yang dimiliki membawa seseorang untuk semakin dekat dengan Tuhan dan mengalami kasih-Nya.
Kisah Bartimeus yang buta dan tak berdaya dalam bacaan injil hari ini, menggambarkan sangat jelas kepada kita, dalam keterbatasannya Bartimeus tidak menyerah pada keadaan dirinya. Ia telah mendengar tentang mujizat yang dikerjakan Tuhan Yesus oleh sebab itu walaupun secara fisik memang buta, namun mata rohaninya dia masih bisa melihat dan merasakan kedahsyatan kuasa Tuhan Yesus. Inilah yang menjadi inti atau kunci utama yang membangkitkan imannya, walaupun banyak orang yang menghalanginya, ia tidak menyerah karena dia tahu Yesus sanggup menyembuhkannya.
“Yesus Anak Daud kasihanilah aku” (ay 47) hal inilah yang dilakukan oleh Bartimeus ketika dia percaya dengan iman kepada Yesus. dia bangkit dan berseru tidak peduli dengan orang-orang yang mencemoohnya, ia tetap berseru kepada Yesus yang menjadi sumber kesembuhan itu. Seruan dan teriakannya itu menggerakkan hati Tuhan Yesus untuk menolongnya. Dan karena imannya yang besar itu Yesus berkata, “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau! Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalananNya.” (ayat 52).
Pengenalan yang mendalam akan Tuhan merupakan hal yang paling utama dari pada sesuatu yang kelihatan. Tuhan Yesus sungguh sangat peduli dan mau menolong orang yang sungguh percaya dan iman yang teguh kepada-Nya. Apapun keadaan atau keterbatasan kita saat ini, kita yang secara fisik maupun rohani mungkin buta, janganlah kita putus asa dan menyerah berilah tempat untuk Tuhan, sumber segala mujizat itu. Berserulah dengan iman, “Yesus, aku percaya Engkau sanggup menyembuhkanku. Sebab tidak ada yang mustahil bagiMu. (PTR).
DOA: “Tuhan Yesus celikan mata hati kami, agar dalam keterbatasan kami, kami tetap melihat kebesaran-Mu.”
JANJI: ”Tidak ada pikiran satupun yang terluput dari pada Tuhan dan perkataan manapun tak tersembunyi bagi-Nya.” Sirakh 42:20
PUJIAN; Selama bertahun-tahun ibu Yani mengalami gangguan dalam tidurnya. Pemeriksaan medis sudah dia jalankan namun hasilnya pun belum sesuai harapan. Suatu ketika dia diberi saran temannya untuk mencoba minta bantuan seorang pendoa, dan bu Yani pun bersedia. Ketika pendoa itu mengajaknya bersama-sama datang kepada Yesus dalam doa, memohon ampunan Tuhan dengan sungguh-sungguh, saat itu dia merasakan seperti ada getaran dalam dirinya. Dan ketika pendoa mengajaknya untuk mengucapkan kata “Tuhan Yesus tolong saya, saya mau sembuh” saat itu juga dia mengalami manifestasi. Dan puji Tuhan mulai hari itu sampai saat ini ibu Yani sudah tidur seperti biasa lagi.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ