IMAN YANG BEKERJA OLEH KASIH

11 October 2022

Selasa, 11 Oktober 2022

Galatia 4:31b-5: 6

Mazmur 119:41, 43, 44, 45, 47, 48

Lukas 11:37-41


“Bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.”  --- Galatia 5:6


Surat pastoral santo Paulus kepada jemaat di Galatia dalam bacaan pertama hari ini mengingatkan bahwa mereka adalah umat yang merdeka karena Kristus Yesus telah memerdekakan. Karena itu bersunat atau tidak bukanlah hal yang penting, melainkan Iman yang bekerja oleh kasih itulah yang lebih berarti. Apakah maksud dari bagian bacaan ini?  Mari merenungkan lebih jauh.

Hidup Di Luar Kasih Karunia. Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat;  kamu hidup di luar kasih karunia. (Gal. 5:4). Beberapa anggota jemaat di Galatia telah mengganti iman mereka kepada Kristus dengan iman kepada upacara-upacara legalistik dari hukum Taurat yaitu dengan menyunatkan diri. Perhatikan (Gal. 5:3). Paulus menyatakan bahwa mereka sudah berada di luar kasih karunia. Hidup di luar kasih karunia berarti terasing dari Kristus dan meninggalkan prinsip kasih karunia Allah yang membawa hidup dan keselamatan. Hal ini berarti hubungan dengan Kristus ditiadakan dan tidak lagi tinggal "di dalam Kristus"  Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar (Yoh. 15:6).

Iman Yang Bekerja Oleh Kasih. Bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih (Gal. 5:6). Kitab Suci  mengajarkan bahwa seseorang diselamatkan oleh iman (Ef. 2:8-9) dan menyatakan dirinya dalam perbuatan kasih (Yak. 2:14-16).

Dalam bagian ini Paulus mendefinisikan sifat tepat dari iman itu. Iman yang menyelamatkan adalah iman yang hidup kepada Juruselamat yang hidup, iman yang begitu vital sehingga mau tidak mau akan menyatakan diri di dalam perbuatan kasih. Iman yang tidak sungguh-sungguh mengasihi dan menaati Kristus, menunjukkan perhatian yang besar terhadap pekerjaan Kerajaan Allah, dan dengan aktif menolak dosa dan dunia, tidak dapat memenuhi syarat sebagai iman yang meyelamatkan.

Mari sebagai umat yang telah dimerdekakan Kristus Yesus, kita menghidupi iman kita  dalam perbuatan kasih, kepada sesama.  itulah yang berarti  karena iman tanpa perbuatan menurut rasul Yakobus adalah mati. (AHS).

 

DOA: “Yesus, Engkaulah yang telah memerdekakan kami dari berbagai  kuk perhambaan, tuntunlah kami senantiasa  dalam kehidupan beriman kami dengan perbuatan kasih.”

JANJI: “Kiranya kasih setia-Mu mendatangi aku, ya TUHAN, keselamatan dari pada-Mu itu sesuai dengan janji-Mu.” - Mazmur  119:42

PUJIAN: Paus Yohanes XXIII terpilih sebagai Paus dalam usianya ke 77 tahun, didorong oleh keiklasan dan kasihnya yang melimpah kepada sesama dan pembaharuan Gereja serta semangat ekumenis dalam urusan gerejawi, menyelenggarakan Konsili Vatikan II pada abad moderen ini pada 11 Oktober 1962. Beliau menjadi salah satu Paus yang paling dicintai dan memberikan dampak yang sangat penting bagi pembaharuan Gereja Katolik.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.