IMAN YANG DEWASA
20 September 2023
Rabu, 20 September 2023
1 Timotius 3:14-16
Mazmur 111:1-2.3-4.5-6
Lukas 7:31-35
“Kata Yesus : “Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama?” ---Lukas 7:31
BERPERILAKU BERBEDA dengan aturan yang berlaku umum dalam masyarakat dapat menimbulkan penolakan. Hal ini dialami oleh Yohanes Pembaptis, khususnya dalam hal cara makan. Ia tidak makan roti dan minum anggur seperti yang dilakukan orang-orang Yahudi. Makanannya belalang dan madu hutan. – Mat.3:4 Ia disebut kerasukan setan. Perilakunya yang berbeda, dianggap sebagai bentuk perlawanan kerasnya kepada mereka karena tidak sesuai adat istiadat Yahudi saat itu. Tetapi penolakan tidak hanya dilakukan kepada Yohanes Pembaptis. Mereka juga mencerca Yesus dengan menyebutnya sebagai pelahap dan peminum. Mereka juga menganggap Yesus bersahabat dengan pemungut cukai dan orang berdosa. Bagi mereka, orang yang berdosa harus dijauhi, bukan dijadikan sahabat.
Yesus mengetahui kebodohan mereka, maka Ia mengkritik perkataan dan perilaku mereka sebagai kekanak-kanakan. Mereka diibaratkan seperti anak-anak yang sedang duduk diam di pasar, merasa jengkel hatinya, dan menolak melakukan apa yang diperintahkan kepadanya. Orang-orang Yahudi telah menjadi keras hati dan sibuk mencari-cari alasan untuk dapat menolak Yohanes dan Yesus. Mereka menjadi orang-orang dari angkatan yang menutup diri, menolak bekerja sama melakukan perintah Yesus. Mereka tidak memahami rencana keselamatan Allah Bapa melalui Yesus, untuk datang kepada orang-orang berdosa.
Berbahagialah kita yang mau taat dan setia melakukan ajaran dan kehendak Yesus. Selalu terus berproses mengembangkan pola pikir dan rohani menuju iman Kristiani yang dewasa. Mampu mengatasi segala perbedaan. Memiliki iman yang selalu memusatkan diri pada Yesus, bukan pada diri sendiri ataupun kelompoknya. (TON).
DOA: ”Ya Allah, bimbinglah kami dalam melakukan karya dan pelayanan, supaya selalu mengandalkan Engkau, Amin.”
JANJI: “Haleluya! Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam Jemaah. Besar perbuatan-perbuatan TUHAN, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.” - Mazmur 111:1-2
PUJIAN: Andreas Kim Taegon adalah imam Katolik keturunan Korea yang pertama. Ia ditahbiskan dan berkarya di Shanghai selama 6 tahun, lalu kembali ke Korea. Ia berkarya di masa Dinasti Joseon yang memusuhi umat Kristiani. Pada tahun 1846 ia dihukum pancung bersama beberapa ribu umat Kristiani lainnya. Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 6 Mei 1984 mengkanonisasi Andrew Kim Taegon bersama 102 orang martir lainnya, termasuk Paulus Chong Hasang. Gereja merayakan penghormatan kepada mereka setiap tanggal 20 September.
Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)