IMAN YANG HIDUP BERSAMA YESUS
04 July 2022
Senin, 4 Juli 2022
Hosea 2:13,14b-15,18-19
Mazmur 145:2-3.4-5.6-7.8-9
Matius 9:18-26
St. Elisabet dari Portugal
Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata : “Teguhkanlah hatimu, hai anakKu, imanmu telah menyelamatkan engkau.” --- Matius 9:22
SEHAT DAN SAKIT merupakan kondisi yang pasti akan dialami oleh setiap manusia. Kondisi ini juga dapat terjadi pada semua tingkatan usia, baik masih bayi, anak-anak, remaja, dewasa, ataupun lansia. Hidup sehat selalu menjadi harapan setiap orang. Saat menderita sakit, ketika dokter dianggap tak mampu menyembuhkan, sebagian orang pergi mencari pengobatan alternatif. Misalnya dengan pengobatan herbal, akupuntur, pijat refleksi ataupun cara lain. Harta berlimpah dapat habis untuk biaya pengobatan. Tetapi yang paling berbahaya jika pergi berobat kepada orang yang dianggap pintar, seperti dukun ataupun paranormal. Cara yang salah ini dapat membuat orang kehilangan harta yang tak ternilai, yakni kehilangan iman.
Bacaan Injil Matius 9:18-26 mengajarkan kita melalui dua kisah bahwa iman yang hidup kepada Yesus akan menyelamatkan kita. Contoh pertama adalah ketika kepala rumah ibadat memohon agar Yesus menghidupkan anak perempuannya yang baru saja meninggal. Baginya, asal Yesus mau datang dan meletakkan tanganNya, ia percaya anak perempuannya akan hidup (Mat. 11:18). Karena imannya, mukjizat kesembuhan terjadi. Contoh yang kedua terjadi pada kesembuhan seorang perempuan yang menderita sakit pendarahan selama dua belas tahun. Oleh karena hatinya yang teguh, dan imannya yang hidup kepada Yesus, membuat perempuan itu mengalami kesembuhan hanya dengan menjamah jumbai jubah Yesus (Mat. 9:22).
Kita percaya, bahwa iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan, dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (lih Ibr. 11:1). Saat kita berharap, maka kita diminta bertindak seperti kepala rumah ibadat dan perempuan itu. Dengan iman yang hidup, kita berdoa memohon kepada Yesus. Agar diberikan terang Roh Kudus-Nya, sehingga tahu apa yang harus kita lakukan. Iman harus kita hidupi melalui tindakan kongkret. Hanya Tuhanlah satu-satunya pengharapan kita. Dan hanya karena kasih-Nya semata, maka keajaiban, mukjizat, dan keselamatan kekal pasti dianugerahkan bagi kita yang percaya. (TON)
DOA: Ya Yesus, teguhkan dan kuatkan selalu agar iman kami hanya berpusat kepada-Mu.
JANJI: ”Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. Tuhan itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.” -Mazmur 145:8-9
PUJIAN: St. Elisabet adalah Ratu, istri Raja Denis dari Portugal yang tidak bermoral. Selain mampu mengatasi kesulitan-kesulitan hidup perkawinannya, ia juga menjadi juru damai dalam banyak perkumpulan dan orang-orang bertikai. Setelah ditinggal mati suaminya tahun 1325, Elisabet masuk biara Klaris sebagai tertiaris. Ia meninggal di Estremoz, Portugal. Dan setiap tanggal 4 Juli, gereja Katolik memperingatinya untuk mengenang kesalehan hidupnya.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ