IMMANUEL
25 December 2020
Jumat, 25 Desember 2020
Hari Raya Natal
Misa Fajar
Yesaya 62:11-12
Mazmur 97:1,6, 11-12
Titus 3:4-7
Lukas 2:15-20
Misa Siang
Yesaya 52:7-10
Mazmur 98:1 -6
Ibrani 1:1-6
Yohanes 1:1-18
(Yoh 1:1-5, 9-14)
“Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita.” --- Yohanes 1:14
BICARA TENTANG “Immanuel” pikiran kita langsung merujuk ke Natal. Ini benar. Matius menyebutnya dalam tata silsilah Yesus, “ ‘Sesungguhnya , anak dara akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamakan Dia Immanuel’– yang berarti Allah menyertai kita” (Mat 1:23). Hal yang sama dituturkan oleh Lukas, dengan caranya sendiri, dalam peristiwa “Kabar Gembira” dari Gabriel kepada Maria (Luk 1:31).
Dalam Misa Natal, seturut Penanggalan Liturgi, Gereja menyelenggarakan Misa Kelahiran Yesus ini empat kali. Di tanggal 24 Desember sore, ada Misa sore dan Misa Malam. Sedang di tanggal 25-nya, diadakan Misa Fajar dan Misa Siang. Dan ayat terkutip di atas dari bab pertama Injil Yohanes ialah dari Misa Natal siang.
Kalau Matius dan Lukas menyatakan Sang Sabda yang menjelma, sang Immanuel itu adalah “Anak Allah” yang dilahirkan menjadi manusia keturunan Daud, Yohanes menegaskan bahwa sang Immanuel itu adalah ‘ANAK Tunggal Allah’ yang menjelma dan dan tinggal berserta kita.
Firman atau Sang Sabda, yang telah ada sebelum adanya waktu, dan yang kekal, dengan penjelmaan-Nya menjadi manusia, berarti masuk ke dalam ruang dan kurun waktu, tinggal sementara bersama kita, ciptaan-Nya. Berarti sang Immanuel ‘menyatakan diri’ dalam pribadi manusia dengan segala keterbatasannya, yang rentan akan capai, lapar dan haus, rapuh dan lemah, diterima dan ditolak orang, mengalami derita dan kematian.
Sang Immanuel “adalah gambar Allah yang tidak kelihatan” (Kol 1:15). Dengan peristiwa kehidupan Yesus, ajaran-ajaran-Nya, kita lalu mengenal Allah Bapa, mengenal kehendak-Nya. Dan kita ini semua adalah murid dan pengikut-Nya di tempat ini dan di zaman ini.
Sudahkah kita mengejawantahkan pribadi Yesus, sang Immanuel, sesembahan kita itu dalam hidup kita?
Kita percaya:
* Kalau kita berkumpul berdoa atas nama sang Immanuel, Dia ada di tengah kita.
* Kalau kita membaca dan merenungkan sabda-sabda-Nya hati bergetar karena Dia menyapa kita.
* Kalau kita merayakan Ekaristi, kita menyambut-Nya dalam rupa roti dan anggur.
Percayakah kita bahwa sang Immanuel itu hadir di tengah kita atau berada di antara kita ? Kita perlu mohon agar kita dimampukan menunjukkan penyertaan Allah lewat cara dan pola hidup kita, dalam sikap, tutur kata dan perbuatan kita! (SW)
DOA: “Datanglah, Imanuel” – datanglah ke dalam hidupku. Datanglah menebus bangsaku.
JANJI: “Pada zaman dulu Allah berulang kali dandalam berbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan para nabi. Tetapi pada zaman akhir ini, Allah telah berbicara dengan kita dengan perantaraan Anak-Nya” --- Ibrani 1:1-2
PUJIAN: Sebelum Konsili Vatikan II, selesai menyambut komunio kudus dan doa penutup Misa , imam yang mempersembahkan Misa menutupnya dengan membaca bab dan ayat Awal Injil Yohanes , yang menjadi bacaan Misa Natal siang ini. Setelah pembaruan Tata Upacara Liturgi, bacaan akhir Misa dari Yohanes 1: 1-18, dihilangkan.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ