INI AKU, UTUSLAH AKU!

09 July 2022

Sabtu, 9 Juli 2022

Yesaya 6:1-8

Mazmur  93:1ab.1c-2.5

Matius 10:24-33


“Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa Ku di sorga” --- Matius 10:33


KAPAN KITA melawan kehendak Tuhan, tidak pernah? Yakin tidak pernah berbuat salah? Tentunya kita semua adalah orang-orang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Tentunya kita yakin bahwa dengan mengikuti Kristus, dapat masuk Sorga. Bukankah semuanya sudah tertulis dalam Kitab Suci. Andaikata sebagai anak dalam kehidupan kita sehari-hari, kita mempunyai orangtua, yaitu ayah dan ibu. Tentunya sering kali kita melanggar atau tidak berbuat baik, kita suka di “omelin” bahkan dipukul (didik) akibat kenakalan kita sebagai anak. Tetapi apakah mereka lalu meninggalkan kita? Tentu saja tidak, karena mereka ingin anaknya berhasil dalam hidupnya dengan benar.

Siksaan, penganiayaan, cobaan, ketidakmujuran, kemalangan pasti dialami oleh kita semua dalam mengikuti Kristus, karena itu salib yang harus dipikul, dimana keinginan dunia tidak sama dengan jalan-Nya dan dunia tidak mengetahui dunia-Nya. Sekarang yang perlu kita renungkan adalah seberapa besar pengaruh dunia saat ini telah mempengaruhi kita dalam berelasi kepada Bapa. Apakah aku lebih mementingkan perut, pikiran dan tindakan supaya dunia tahu siapa kita? Tapi lihatlah betapa sedihnya Bapa yang sungguh mengasihi kita, justru kita mencari dan terus mencari, tetapi mencari materi, kenikmatan dan pengakuan dalam hidup kita.

Oleh sebab itu, mari kita ambil tindakan, mau berani melawan keinginan dunia dan kembali kepada Bapa dan tanpa ragu melaksanakan segala perintah-Nya, sebab untuk itulah kita diutus dan diterima dalam rumah Bapa di Sorga. (F4)

 

DOA: Ya Tuhan Allah yang sungguh pengasih dan penyayang, kami bersyukur untuk terus menerus disadarkan akan kebaikan-Mu sepanjang hidup kami, lewat salib yang kami pikul ini bukan sekedar kami berusaha untuk mengatasi permasalahan dalam hidup kami, melainkan untuk mau belajar dan terus memahami rencana-Mu dalam hidup kami. Dan kami percaya rancangan-Mu sungguh sangat baik untuk kami. Buatlah kami semakin peka akan kasih dan rahmat-Mu hingga akhir hidup kami, demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.

JANJI: “Peraturan-Mu sangat teguh; bait-Mu layak kudus, ya Tuhan, untuk sepanjang masa.” - Mazmur 93:5

PUJIAN:  Santo Agustinus Zhao Rong (disebut juga Agustinus Rong Zhao, Agustinus Zhao, atau Agustinus Tchao; 1746 - 1815) adalah imam pertama dari Cina yang dihormati sebagai orang kudus oleh Gereja Katolik. Di masa mudanya dia menjalani gaya hidup yang cukup berantakan, menjadi imam dan ditahbiskan di usia 35 tahun. Beliau melakukan karya misionaris dengan penuh semangat dan sukacita, hingga akhirnya ditangkap dan dianiaya hingga wafat sebagai martir pada tahun 1815.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.