INJIL BAGI SEGALA MAKHLUK
03 December 2021
Jumat, 3 Desember 2021
1 Korintus 9:16-19.22-23
Mazmur 117:1.2
Markus 16:15-20
“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil
kepada segala makhluk.”
Markus 16 : 15
SEORANG PROFESOR SEJARAH di “Ateneo de Manila University” bertanya kepada para mahasiswanya, dalam kuliah, jelang libur Natal : “Siapa yang bertanggung jawab adanya Perayaan Natal di Asia ?” Meski Filipina mayoritas penduduknya beragama Katolik, demikian pula mahasiswa-siswi Ateneo de Manila beriman Katolik, tetapi tak ada yang bisa menjawabnya. Karena tak sabar menunggu, sang professor langsung mengatakan, “yang bertanggung jawab adanya perayaan Natal di Asia adalah Fransiskus Xaverius”.
Dia seorang Yesuit kelompok pertama bersama Ignatius Loyola mendirikan Serikat Yesus, 500 tahun yang lalu. Ia menyediakan diri diutus ke Asia untuk mewartakan Injil, sebagaimana diamanatkan Injil hari ini, “Pergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil ke segala makhluk”. Namanya kondang di kalangan umat katolik di India, Malaysia, dan Indonesia, khususnya NTT dan Jepang. Ia ingin masuk ke daratan Cina guna pewartaan Injil, tetapi jatuh sakit dan wafat di pulau kecil Sanchian yang menghadap daratan Cina, tanggal 3 Desember, dalam usia 46.
Oleh Paus Gregorius XV, 12 Maret, 1622, menyatakan- nya sebagai Santo. Di kemudian hari Gereja mengangkatnya sebagai “Pelindung Misi”. “Pergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil kepada segala mahkluk”, sabda Yesus itu sebagai api yang membakar semangat misioner , bukan hanya untuk orang kristiani di Barat, tetapi kita-kita tinggal yang ‘dulu disebut tanah Misi’. Kita sekarang di sini adalah pelaku pewartaan.
Mengapa ? Karenanya tujuan hidup semua orang tidak hanya hidup di bumi, tetapi melesat dan meretas batas hidup. Dan Kabar Gembira menandaskan ada hidup di balik hidup di bumi. Dan yang bisa mengantar ke hidup abadi di sebrang kubur ialah Yesus Sang Juru Selamat. “Keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kiat diselamatkan” (Kis 4:12). Itulah keyakinan kita sekaligus itulah daya dorong kita untuk penginjilan.
Ada yang memahami ‘segala mahkluk’ itu bukan hanya manusia, tetapi semua alam ciptaan. Pewartaan Injil kepada semua makhluk, maksudnya bahwa ‘kelesatarian’ alam juga harus kita perhatikan. Kuasa diberikan kepada kita untuk mengelola dan memelihara. Kelestarian dan terpeliharanya alam hidup tanggung jawab kita manusia.
Dalam perjalanan dari waktu ke waktu manusia terus menerus berkreasi, menciptakan banyak hal, namun sayangnya kegiatan mencipta tersebut tidak diimbangi dengan kegiatan mengasihi, memelihara dan melindungi alam, yang kita butuhkan untuk hidup.
Karena kita abai dalam memelihara alam, dampak buruknya telah kita rasakan: masalah polusi udara, berbagai limbah yang mencemari baik daratan maupun laut, pemanasan global, kerusakan lingkungan, bencana alam : longsor, banjir bandang, kekeringan, bahkan kepunahan hewan dan tumbuhan, muncul sakit penyakit yang mematikan serta banyak lagi hal buruk lainnya. Semua itu mengancam keselamatan hidup baik manusia maupun makhluk lainnya.
Paus Fransiskus telah mengambil sikap terpuji dengan bertekad bahwa kita, Gereja Katolik harus menjadi relawan dalam gerakan penyelamatan lingkungan hidup, bumi tempat tinggal kita, rumah kita bersama. Melalui gerakan ini diharapkan terjadi pertobatan mulai dari pribadi, keluarga, masyarakat lokal, masyarkat luas dan akhirnya seluruh dunia. (Amanda)
DOA : Semoga pewartaan dan pertobatan pertama dimulai dari kami sendiri, baru ke sekeliling kami.
JANJI: “ Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkalah Dia, hai segala suku bangsa” Mazmur 117:
PUJIAN: Hari ini Gereja memperingati hari raya St. Fransiskus Xaverius, seorang pionir misionaris asal Spanyol. Beliau juga yang membawa penginjilan sampai ke Indonesia negeri kita. Karya penginjilannya ke berbagai penjuru Asia sebagai yang terbesar dan setelah Santo Paulus.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ