INTENSI MISA BAGI YANG SAKIT
27 February 2020
SATU PERJAMUAN
FEBRUARI, 2020
Kamis, 27 Februari 2020
Bilangan 30: 15-20
Mazmur 1: 1—6
Lukas 9: 22-25
“Anak Manusia (Yesus) harus menanggung banyak penderitaan...” --- Lukas 9:22
HAMPIR SETIAP HARI dalam Misa Harian ada permohonan ujud Misa bagi yang sakit. Pro-diakon Paroki di Hari Minggu (atau di hari lain) umumnya tentu mengunjungi umat Paroki yang sakit tidak bisa ke gereja, mendoakan mereka dan melayani mereka menyambut Hosti Suci. Para Ketua Lingkungan diminta untuk tanggap bila ada umat lingkungannya yang sakit dan yang ‘sudah lansia’, yang tidak bisa hadir di gereja di hari minggu.
Ada beberapa Paroki memiliki banyak umat yang sudah ‘lanjut usia’ dan tidak sedikit mereka yang menderita sakit (Mzm 90: 9-10). Yang bisa menderita sakit tidak hanya yang lanjut usia, yang muda-mudapun bisa menderita sakit.
Adanya Rumah Sakit yang penuh pasien, menunjukkan sakit dan penderitaan tidak kenal usia, siapa saja bisa kena. Kalau kita mengunjungi mereka selain kita berdoa, kita menghibur mereka. Dan dari wajah-wajah mereka, kita cepat menangkap mereka menderita.
Kalau kita ingat awal Injil hari ini Yesus bersabda: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan” (Luk 9: 22). Dan kata-kata selanjutnya Yesus katakan kepada semua orang “Semua orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memanggul salibnya setiap hari dan mengikuti Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya” (Luk 9:23-24). Yesus menderita jauh lebih ngeri dibanding siapapun yang pernah menderita. Dan kita, para murid-Nya, ikut ambil bagian dalam sengsara dan penderitaan-Nya.
Saat ini kita memulai Masa Puasa atau Masa Pra Paska. Marilah kita berjalan di Jalan Salib guna mengikuti jejak Yesus. Mari kita berdoa juga memohon mukjizat agung dari Kasih-Nya, agar dalam Kasih itu kita bisa tetap bersukacita dalam ambil bagian dalam penderitaanNya (Kol 1:24; 1 Ptr 4:13). Kalau kita hanya tahu satu-satunya yakni Kristus yang tersalib (Kol 1: 2: 2), kita akan tahu apa saja yang kita butuhkan, yakni agar siap sedia memperbaharui Janji-janji Baptis kita dan boleh masuk ke dalam kemuliaan Paska, Hari Kebangkitan Kristus. “Kita telah mati bersama Dia, kitapun akan hidup bersama-Nya “ (2 Tim 2:11; Rm 6:8).
DOA: Bapa berkenanlah mengutus Roh Kudus-Mu agar aku siap masuk lebih dalam lagi ke misteri salib.
JANJI:“ Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan!” --- Ulangan 30:19
PUJIAN: Dr. Aris, ahli bedah di suatu Rumah Sakit Katolik, sebelumnya melakukan tindakan operasi, dokter tersebut selalu berdoa dulu.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ