JADILAH BIJAKSANA
08 November 2020
Minggu, 8 November 2020
Kebijaksanaan 6:13-17
Mazmur 63:2.3-4.5-6.7-8
1 Tesalonika 4:13-18
Matius 25:1-13
“Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.” ---- Matius 21:43
BIJAKSANA ATAU HIKMAT bukan hanya berarti pintar atau pandai, tetapi menunjukkan suatu kemampuan memahami hubungan ‘sebab dan akibat’ dari tindakannya. Kalau saya melakukan ini, nanti akibatnya begini. Ingat akan Raja Salomo, putra Daud, dikenal sebagai raja yang dianugerahi hikmat oleh Allah , sehingga ia dapat menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapinya. Sebelum ia memutuskan , ia mempertimbangkan macam-macam, agar tidak salah langkah.
Dalam bacaan Injil hari ini, kita dapat melihat perbedaan tindakan dari 10 gadis bijaksana dengan 10 gadis yang bodoh. Gadis-gadis bijaksana sudah mempersiapkan diri dengan baik, sehingga saat mempelai laki-laki tiba, mereka telah siap menyambutnya dengan membawa buli-buli berisi minyak bagi pelita mereka masing-masing. Sedangkan gadis yang bodoh hanya membawa pelita, tetapi tidak membawa minyak. dan akibatnya pelita akan segera padam. Mereka harus membeli minyak lebih dahulu. Dan akibatnya terlambat dan tidak dapat masuk ke ruang perjamuan. Pintu pun telah ditutup.
“Minyak” boleh dikata gambaran dari “iman” kita. Fungsi iman adalah menjaga umat beriman agar tetap hidup selaras dengan ‘kehendak Allah’. Karenanya kita perlu ketukunan dalam menumbuh-kembangkan iman kita. Ketekunan dalam menumbuh-kembangkan iman adalah upaya untuk senantiasa merenungkan kehendak Allah dalam setiap peristiwa yang dialami oleh baik diri kita sendiri maupun oleh orang-orang lain. Bagi orang bijak, setiap peristiwa hidupnya mengantarnya semakin mengenal dengan diri sendiri, dengan sesama dan mengenal Allah. Maka jangan kita biarkan peristiwa terjadi dan berlalu begitu saja. Kita perlu menangkap, mengolah dan mengevaluasinya.
Kalau peristiwa itu bermakna dan kita biarkan berlalu maka yang ada hanyalah penyesalan. Dan penyesalan selalu datang terlambat. Untuk itu marilah kita terus mempersiapkan diri dengan berpikir sebelum bertindak. Kalau kita bijak, kita selalu akan berpikir “nanti bagaimana”, bukan “bagaimana nanti”. (DAG)
DOA: Tuhan Yesus, anugerahi aku kebijaksanaan , agar aku dapat cepat mengenal kehendak-Mu dalam menghadapi pelbagai macam masalah hidup.
JANJI: “Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam, – sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku“ ---- Mazmur 63:8
PUJIAN: Salomo selagi muda, dikisahkan, bertemu Tuhan Allah dalam mimpi. Ia ditawari Tuhan ‘mau meminta apa’. Menyadari dirinya akan menjadi raja, Salomo memohon “Kebijaksanaan”, yakni “hati yang faham menimbang perkara menghakimi umat-Mu, dengan dapat membedakan yang baik dan yang jahat, …… ?” (1 Raja 3:5-12).
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ