JADILAH PEMBAWA KABAR GEMBIRA
12 May 2020
Selasa, 12 Mei 2020
Kisah Para Rasul 14:19-28
Mazmur 145:10-11, 12-13b, 21
Yohanes 14:27-31a
“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” - Yohanes 14:27
DUNIA SAAT ini begitu kacau, musibah alam silih berganti, konflik antar negara, konflik antar masyarakat, perang, ekonomi yang tidak bersahabat, muncul wabah penyakit yang mematikan, penculik anak-anak, “human trafficking”, dan lain sebagainya. Tidak bisa dipungkiri semua itu tentu membuat orang takut, cemas, gelisah, orang mengalami kekhawatiran berlebihan, mengalami tekanan, sedih akhirnya depresi. Situasi seperti ini sungguh tidak menyenangkan.
Hari ini amanat perpisahan Yesus kepada murid-murid-Nya dan tentu saja juga ditujukan kepada kita, berkata, “Janganlah gelisah dan gentar hatimu” ! Itu adalah perintah Yesus sendiri. Dan Ia, berjanji akan tinggalkan dan berikan damai sejahtera kepada kita. Pertanyaanya mau dan siap-kah kita menerimanya? Anggur baru harus disimpan di kantong baru. Oleh karena itu syaratnya tidak lain kita harus bertobat dan membersihkan hati dari kebiasaan buruk, tanggap atas godaan!
Siapkah kita menerima sukacita dan damai sejahteranya Tuhan. Kalau kita mau, kita juga akan dijadikan pembawa kabar gembira yang membuahkan damai? (NL)
DOA: Bapa yang penuh kasih, anugerahkanlah sukacita dan damai sejahtera kepada kami. Amin.
JANJI: “Mereka akan mengumumkan kemuliaan nama-MU dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.” - Mazmur 145:11
PUJIAN: Peristiwa Paulus dilempari batu, lalu diseret keluar, dianggap mati, kemudian Hidup kembali (Kis 14: 19-20), ada yang menafsirkan begini. Umumnya orang yang dihukum dengan dilempari batu itu mati – seperti Stefanus (Kis 7: 54-59). Mungkin saat itu Paulus hanya pinsan berat, atau memang mati beneran. Tetapi “murid-murid itu mengelilingi dia, bangkitlah ia …”. Para murid berdiri mengelilingi Paulus, itu mereka berdoa memohon mukjizat agar Yesus membangkitkan Paulus kembali.
Penanggung Jawab Renungan: Rm. Subroto Widjojo, SJ