JADILAH SAKSI-SAKSI KRISTUS
24 November 2018
Sabtu, 24 November 2018
St. Andreas Dung Lac, ImdkkMrt
Wahyu 11:4-12
Mazmur 144:1-2,9-10
Lukas 20:27-40
“Keluarlah api dari mulut mereka menghanguskan semua musuh mereka.” --- Wahyu 11:5
KITA UMAT KATOLIK warga Gereja. Sebagai warga, kita itu seperti pohon zaitun (Why 11:4), yakni, kita diurapi dengan Roh Kudus. Karena kita itu pohon zaitun, maka kita menjadi ‘kaki dian’ (Why 11:4). Ya kita adalah Terang Dunia (Mat 5:14). Karenanya orang-orang yang melakukan kejahatan itu membenci terang (Yoh 3:20). Kitalah saksi-saksi, yakni martir. Sebab kita itu saksi-saksi, maka “nafas yang keluar dari mulut Allah” akan kembali kepada kita dan kita akan bangkit dari mati dengan penuh kemuliaan (Why 11:11).
Umumnya orang-orang itu berada di awal dan akhir rentetan ini. Setiap orang mengharapkan memiliki kuasa setelah diurapi. Setiap orang ingin bangkit dari alam maut dengan kemenangan. Tetapi sayang, sangat sedikit yang mau menjadi saksi kemartiran. Perlu kita ketahui, kita tidak akan menjadi pohon-pohon zaitun dan kaki dian, kalau kita menolak untuk sengsara sebagai saksi-saksi Tuhan.
Demikian juga, kita ikut dibangkitkan sebab kita telah hidup dan mati sebagai saksi-saksi Tuhan. Maka kunci kehidupan Kristiani ialah dengan menjadi saksi. Saksi-saksi itu selalu berujud pohon-pohon zaitun dan kaki-kaki dian, yang tentu akan bangkit dari maut dengan kemuliaan.
Mari kita menjadi saksi-saksi Yesus, mulai saat ini dan di sini, sampai akhir zaman (Kis 1:8).
Doa: Ya Yesus, perkenankan diriku menerima kuasa dari atas untuk dapat menjadi saksi-saksi-Mu (Luk 24:49; Kis 1:8).
Janji: “Allah bukanlah Allah orang mati, tetapi Allah orang hidup. Semua orang hidup bagi-Nya” --- Lukas 20:38
Pujian: Santo Yohanes Theophane Venard, mati sebagai martir di Vietnam. Ia mengadakan korespondensi dengan Santa Teresa dari Lisieux. Yohanes ini memilih ‘jalan kecil’ dengan menerima kemartirannya karena cintanya yang penuh kepada Yesus.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ