JALAN KASIH SETIA DAN KEBENARAN

23 December 2024

Senin, 23 Desember 2024

Maleakhi 3:1-4;4:5-6

Mazmur 25:4bc-5ab.8-9.10.14

Lukas 1:57-66

 


“Tuhan itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.“ --- Mazmur 25:8


KITA SUDAH berada di penghujung tahun. Satu minggu lagi akan berakhir tahun 2024 dan kita akan memasuki tahun yang baru. Namun secara Liturgi, kita telah memasuki tahun yang baru, Tahun Liturgi C, yang diawali dengan masa Adven. Kata adven berasal dari kata Latin ‘adventus, advenio’ (Bahasa Yunani:Parousia) yang berarti ‘kedatangan’ dan saat ini kita telah berada di minggu terakhir, dimana Lilin Adven ke-4 telah dinyalakan, lilin yang melambangkan perdamaian.

Kita sering mengatakan, tahun yang baru memberi harapan yang baru. Lupakan yang telah berlalu dan mulai dengan yang baru. Namun di dalam kasih Tuhan kita, tidak perlu kita merasa khawatir. Ataupun perlu menunggu tahun yang baru agar kita memiliki harapan yang baru. Tidak! Janji Tuhan kita selalu baru. Ia selalu memperbaharui janji-Nya bagi kita. Dan Ia tidak akan melupakan janji yang Ia janjikan pada kita.  Tetapi jika Ia selalu memberikan harapan yang baru dan memegang teguh janji-Nya pada kita, Bapa kita yang sangat mengasihi kita, tidak akan mengingat kesalahan-kesalahan kita yang telah lalu. Saat kita mengakui kesalahan kita, mohon ampun pada-Nya, dan selesai. Bapa kita yang di Surga tidak akan mengingat-ingat lagi. Sungguh berbeda dengan kita, bukan? Yang melakukan kebalikannya. Kita tidak mau melupakan yang telah berlalu terlebih jika itu kesalahan orang lain pada kita dan menyakiti hati kita. Dan kita juga akan terus berpegang pada masa lalu sehingga seringkali kita lupa bahwa kita melangkah ke depan dan bukan mundur. Bahkan tidak jarang kita terlalu berpegang kuat pada masa lalu sehingga kita kehilangan arah dan tidak lagi bisa membedakan jalan yang mana yang harus kita lalui. Jika terus berlanjut kita akan tersesat dan kehilangan harapan. Putus asa dan merasa kita ditelantarkan. Kita lupa akan masa yang akan datang yang masih  bisa kita isi dengan lebih baik dari yang telah lalu.  Namun Tuhan kita tidak akan melupakan kita, tidak akan membiarkan kita  tersesat dan kehilangan harapan.  Janji-Nya pada kita adalah ‘YA’ dan ‘AMIN’. Dia adalah Jalan kasih setia dan kebenaran. Di dalam Dia tidak ada yang tidak mungkin. Meskipun kita tidak setia pada-Nya, Tuhan tetap setia pada kita. Jadi apalagi yang kita tunggu? Kedatangan Sang Juru Selamat kedunia sudah hampir tiba.  Seperti di bacaan Injil pada hari ini, kita baca kisah kelahiran Yohanes Pembaptis, yang akan menjadi pembuka jalan Karya Yesus di dunia. Kelahiran Yohanes yang amat sangat ajaib, sejak ibunya, Elisabet, yang telah lanjut usia dan mengandung Yohanes, hingga pertemuannya dengan Bunda Maria, membuahkan Kidung Agung madah pujiannya bagi Tuhan, dimana yang kita kenal sebagai ‘Magnificat’, Kidung Agung Maria, hingga Zakaria, yang menjadi bisu karena ketidak percayaannya dan pada akhirnya, kembali bisa berbicara saat ia menyatakan karya Tuhan yang menjadi nyata di dalam kelahiran putrannya, Yohanes.  Luar biasa bukan? Dihadapan Tuhan, Bapa kita, tidak ada yang mustahil. Yang diperlukan hanyalah kita datang pada-Nya dengan sungguh-sungguh, dengan hati yang rendah hati dan mau menerima kasih-Nya.

Mungkin akan muncul di hati kita, sungguhkah Bapa akan tetap setia pada kita? Dia akan tetap menyayangi kita yang seringkali tegar tengkuk dan berbalik dari pada-Nya? Jawabannya adalah YA. ‘Karena begitu besar kasih  Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal’ – Yohanes 3:16. Dimana kita tahu, Allah Bapa sendiri yang turun ke dunia menjadi Manusia dalam ujud Sang Putra, Yesus Kristus. Untuk apa Allah mau melakukan itu? Karena Bapa telah jatuh cinta kita, manusia, karya buatan tangan-Nya yang ditinggikan hingga menjadi anak yang dikasihi-Nya. Bisa dibaca bagaiman kasih Tuhan melalui Khotbah di bukit, mengenai Sabda Bahagia, yang bisa dibaca dari Matius 5:1-12 dan Lukas 6:20-23. Masih banyak lagi bisa kita temukan, janji Tuhan yang membuktikan betapa Bapa sangat mengasihi kita. Betapa Bapa adalah Tuhan yang setia, kasih-Nya pada kita tanpa batas dan takkan pernah habis. Bgaimana Tuhan berulang-ulang mengirimkan para nabi untuk menyelamatkan umat Israel di masa yang lalu walaupun umat Israel selalu menyakiti Tuhan dengan menolak berulang-ulang kasih setia Tuhan. Namun Tuhan tidak pernah sekalipun meninggalkan umat yang dikasihi-Nya. Bahkan dikatakan di Kejadian 6:6 ‘maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya’. Dan betapa Tuhan menyesal menghukum manusia dengan air bah di masa Nabi Nuh dan Tuhan mengatakan janji-Nya pada nabi Nuh di Kejadian 8:21 ‘Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan’. Dan di Kejadian 9:13 ‘Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi’ (baca Kejadian 9:9-17). Namun pertanyaannya, apakah kita juga akan selalu setia pada Sang Pencipta?

‘Tuhan itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukan jalan kepada orang yang sesat’. Bagiku itu merupakan janji Bapa kepada anak yang dikasihi-Nya. Undangan yang memberikan kita pilihan. Dan sebagai anak yang dikasihi, bagaimana respon yang akan kita berikan akan undangan  tersebut.

Apakah kita akan menerima dan mengizinkan Tuhan menuntun kita di jalan yang akan membawa kita kepada keselamatan dan masa depan gemilang ataukah  kita akan tetap tegar tengkuk? Atau kita akan memilih berbalik arah dan menolak uluran kasih Tuhan pada kita? Itu pilihan kita pribadi masing-masing. Karena walaupun Tuhan sebagai Bapa yang sangat mengasihi kita Ia tidak akan memaksakan kehendak-Nya pada kita. Ia memberikan kita kebebasan penuh (freewill) untuk memilih, mau menerima ataupun menolak. Jalan Tuhan adalah Jalan yang penuh Kasih Setia dan selalu membawa kita kepada Kebenaran. Silahkan kita memutuskan apa yang akan kita pilih. Bapa tidak akan pernah meninggalkan kita walaupun kita memilih meninggalkan Dia.  Menjadi bijak adalah lebih baik daripada pintar namun tidak bisa membedakan mana yang benar dan terbaik bagi diri sendiri.  (Beatrix)

 

DOA: “Allah Bapa, tolong kami untuk menggunakan kebebasan dalam memilih jalan-Mu, menerima kasih setia-Mu dan mengizinkan Kebenaran-Mu menuntun langkah-langkah kehidupan kami. Allah Putra, ajari untuk mengerti apa yang Engkau ajarkan selama hidup-Mu didunia ini. Sehingga kami mampu meneladani-Mu dan mensyukuri kasih-Mu. Allah Roh Kudus, ingatkan kami selalu bahwa kami ini hanyalah karya buatan tangan Allah Bapa yang dimuliakan menjadi buah hati kesayangan-Nya, Amin.”

JANJI: “Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku!” - Maleakhi 3:1a

PUJIAN: Santo Servulus, Pengaku Iman. Karena tertimpa sesuatu penyakit, sekujur tubuh Servulus menjadi lumpuh. Ia tidak dapat duduk atau berdiri tegak, bahkan menggerakkan tangannya pun ia tidak mampu. Setiap hari ibu dan kakaknya membaringkan dia di pintu gerbang gereja Santo Klemens di Roma. Di situ ia menantikan belaskasih orang-orang yang lewat di pintu gerbang itu. Salah satu keunggulan Servulus ialah ia dengan senang hati menyisihkan sedikit uang dari pendapatannya untuk teman-temannya yang senasib dengannya. Banyak orang kagum akan kesabaran dan ketabahannya dalam menanggung beban penderitaannya.

Servulus pasrah kepada Tuhan. Dalam kemalangannya itu ia tidak lupa berdoa dan bersyukur kepada Tuhan atas semua yang telah diterimanya dari belaskasih begitu banyak orang. Keadaan hina serta penderitaannya menjadi berkat dan sumber keselamatan serta sarana mencapai kesucian hidup. Ketika mendekati ajalnya, si pengemis itu memohon teman-temannya untuk berdoa dan menyanyikan Mazmur baginya. Ia meninggal dunia pada tahun 590.

Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.