JALAN MISTIK

17 May 2021

Senin, 17 Mei 2021

St. Paskalis Baylon

Kisah Para Rasul 19:1-8

Mazmur 68:2-3ab, 4-7

Yohanes 16:29-33


“Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia, kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.!” Yohanes 16:33


KETIKA YESUS bicara dengan bahasa yang terang dan tidak lagi dalam kiasan, para murid senang. Mereka lebih mudah memahami ajaran-Nya. Dengan pengetahuan itu, mereka yakin mampu untuk terus menjadi murid Yesus.

Itu tidak benar, kata Yesus. Hanya berbekal pengetahuan, para murid bisa dicerai-beraikan, dan bahkan bisa meninggalkan Yesus seorang diri 56 SATU PERJAMUAN (Yoh 16:32). Untuk tetap bisa survive menjadi murid Yesus, yang diperlukan bukan pengetahuan, tetapi kesatuan “di dalam Dia” (ay. 33). Itulah yang diminta Yesus kepada Bapa bagi para murid-Nya (Yoh 17:1- 26).

Fenomena para murid ini mirip dengan kisah St. Teresia Benedicta a Cruce OCD, atau lebih dikenal sebagai Edith Stein (1891-1942). 

Gadis Yahudi itu menjadi filsuf, karena punya passion pada kebenaran. Awalnya, pengetahuan itu membuatnya tenang. Ternyata itu salah. Baru setelah ia menjadi Katolik, mendalami mistik St. Yohanes dari Salib dan St. Teresa dari Avila, serta kemudian menjadi biarawati Karmel, Edith Stein merasakan kedamaian. Melalui kesatuan mistik dengan Kristus itu, suster Yahudi itu tetap mampu menguatkan mereka, yang bersama dengannya, dibunuh dalam kamar gas Auschwitz pada 9 Agustus 1942.

Jalan mistik adalah doa Yesus untuk kita. “Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku” (Yoh 17:21). (WIT)

DOA: “Tuhan, anugerahilah kami kesetiaan untuk selalu bersatu dengan-Mu.”

JANJI: “Ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkatakata dalam bahasa roh, dan bernubuat.” Kisah Para Rasul 19:6.

PUJIAN: Sering orang membandingkan antara hidup mistik dan karunia bahasa roh dan bernubuat. Sesungguhnya, sejak dibaptis, kita sudah dimasukkan ke dalam kehidupan mistik. “Bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam diriku” (Gal 2:20). Karunia bahasa roh diberikan setelah orang bertobat dan berserah total kepada Yesus Kristus, Sang Juruselamat. Karunia itu berupa kemampuan berdoa dengan cara baru, tidak lagi seperti semula (Rom. 8: 26). Tanda corak baru doa itu, adalah munculnya kasih, suka cita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri (Gal 5:22). Hidup mistik, kesatuan di dalam Allah, adalah dasar paling utama.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.