JANGAN BERTELE TELE !
28 February 2023
Selasa, 28 Februari 2023
Yes 55 : 10-11
Mzm 34 : 4-7,16-19
Mat 6 : 7-15
Mereka menyangka bahwa karenanya banyak kata-kata doanya akan di kabulkan. --- Mat 6:7
Perpetua dan Felisitas adalah dua ibu asal Kartago-Afrika Utara yang berbeda status sosial, namun berbagi iman dan cinta akan Yesus Kristus. Bergandengan tangan, mereka menerima mahkota kemartiran dengan gagah berani. Mereke menerima Firman Tuhan dan melaksanakannya hingga berhasil. Seperti hujan dan salju dari langit, darah mereka menjadi saksi betapa cinta dan taat kepada Tuhan harus lebih kuat daripada terhadap manusia (bdk. Kis. 5:29). Kekuatan itu pun tentu lahir dari doa. Doa seorang beriman tidak perlu bertele-tele, karena Tuhan sudah tahu segala kebutuhan kita. Mengapa kita masih harus berdoa? Kita berdoa bukan untuk Tuhan, tetapi untuk diri sendiri. Doa membuat kita sadar akan banyaknya kebutuhan kita, dan betapa kita tidak mampu memenuhinya tanpa bantuan rahmat Allah. Doa membantu kita menjadi miskin di hadapan Tuhan, sekaligus belajar mengenal dan melakukan apa yang Tuhan inginkan dalam kehidupan kita.
Doa: ‘Bapa Kami’ yang diajarkan Tuhan Yesus bukan berisi daftar apa-apa yang harus Tuhan lakukan untuk kita, tetapi lebih pada ajakan bagi kita untuk melakukan dan menerima kehendak Tuhan dalam hidup ini.(SW)
DOA: Ya Tuhan, semoga di masa Pra-Paskah ini aku mulai bisa menambah waktu doa kepada-Mu. Sehingga sanggup mengenali dan melaksanakan kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga.
JANJI: Aku mau bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati. Mzm 111:1
PUJIAN UJUD atau INTENSI DOA: Dalam Renungan kita ini, tiap bulan tentu ada ujud atau Intesi, baik untuk Gereja Universal maupun Gereja setempat atau lokal; yakni Gereja di negeri kita sendiri. Ujud- ujud bulanan ini. disiapkan oleh Komunitas Kerasulan Doa. Dalam Selebaran terakhir selain berisi informasi bahwa tahun 2023 adalah Tahun Sinode dan ujud tiap bulan selama tahun 2023, juga ada info tentang riwayat singkat Kerasulan Doa ini. Pada pesta St Fransiskus Xaverius 1944. Pater Gaurelet SJ mengajak para frater SJ untuk berdoa bagi para misionaris, kitapun diajak untuk merasul baik dengan perbuatan maupun kata-kata dan doa. Bapa Suci Yohanes Paulus II menyerakan doa,”Semoga Kerasulan Doa membangkitkan semangat merasul seluruh umat kristiani demi berhasilnya Evangelisasi Baru. Hal ini disambut oleh para uskup termasuk para uskup kita. Umat tetap bebas mempunyai ujud doa masing2 apapun permohonannya dan diikut sertakan dalam Misa Harian. Hal ini sangat terpuji bila disiapkan adanya ujud atau intensi juga yang lebih khusus, umpama bagi yang merayakan ultah pribadi atau perkawinan. Untuk mengenang arwah saudara/ri yang sudah wafat atau untuk ujud khusus lainnya. Maka sangat dianjurkan agar umat yang mau menghadiri Misa itu mempersiapan ujud pribadi yang bisa disampaikan kepada Koster yang akan diteruskan kepada Romo yang mau memimpin Misa atau diungkapkan saja dalam batin kita masing - masing.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ