JANGAN BIARKAN TERANG DISELIMUTI KEGELAPAN
25 September 2023
Senin, 25 September 2023
Ezra 1:1-6
Mazmur 126:1-2ab.2cd-3.4-5.6
Lukas 8:16-18
“Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur." --- Lukas 8:16a
PERIKOP INJIL hari ini, iman kita diumpamakan dengan pelita yang memberikan terang bagi setiap orang yang masuk ke dalam rumah. Tuhan Yesus menghendaki agar iman kita menjadi terang bagi banyak orang. Iman tidak hanya menyangkut hidup doa yang personal, tetapi juga bagaimana hidup kita menjadi perwujudan iman akan Allah yang mengasihi dan menyelamatkan. Dan sinar terang yang harus kita berikan kepada dunia itu adalah terang Kristus sendiri yang sudah ada dalam diri kita sejak kita menerima sakramen baptis.
Ditegaskan bahwa ketika kita menyalakan terang Kristus di dalam hati kita, secara otomatis terang Kristus yang ada dalam diri kita itu akan bersinar kepada orang lain. Yesus berkata, "Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya...". Dengan kata lain, jika kita tidak menyinarkan terang Kristus kepada orang lain, hal itu bukan karena kita menyembunyikan Kristus tapi karena hati kita tidak memiliki terang Kristus itu. Jika Kristus ada di hati kita, terang-Nya tak mungkin tersimpan saja di hati. Dia pasti memancar ke luar melalui hidup kita. Maka persoalan dasarnya adalah mengenai masalah relasi kita dengan Kristus itu sendiri. Jika Yesus itu hidup di dalam diri kita, maka hidup kita pun akan menyinarkan Kristus. Orang-orang di sekitar kita akan merasakan pengaruh atau efek dari hubungan kita dengan Kristus itu. Kristus akan bersinar melalui hidup kita untuk orang lain.
Apa pengaruh yang telah kita berikan kepada orang lain? Apakah kita mampu menunjukkan kasih Kristus itu kepada sesama? Apakah orang-orang di sekitar kita telah melihat kebaikan kita? Jika ternyata kita belum mampu menunjukkan kebaikan Kristus kepada sesama, lihatlah ke dalam hati kita sendiri dan nyalakanlah api cinta kasih Kristus dalam hati kita agar kita pun akhirnya mampu menjadi terang bagi sesama. Tuhan memberkati kita semua. (JRS).
DOA: ”Tuhan Yesus, kami bersyukur atas benih iman yang Engkau tanamkan dalam hati kami. Semoga Engkau menganugerahkan keberanian agar benih iman tersebut menerangi kehidupan kami sehari-hari dalam kehidupan bersama. Amin.”
JANJI: “Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.” - Mazmur 126:5-6
PUJIAN: Kehidupan Santo Nikolas dari Flue yang awalnya seorang prajurit perang sampai menjadi komandan tempur Negara Swiss yang sukses. Tetapi semua ditinggalknya Ketika ia dipanggil Tuhan. Akhirnya Tuhan menganuerahkan kepadanya anugerah untuk dapat hidup suci dan ia mengalami banyak mujizat dan anugerah Allah sebagai memiliki hubungan relasi yang erat dengan Allah dan menjadikannya sebagai seorang bruder yang luar biasa pada jamannya sebagai pembimbing rohani bagi orang-orang yang rindu hidup dalam rahmat Allah.
Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)