JANGAN LUPA KACANG PADA KULITNYA
05 September 2020
Sabtu, 5 September 2020
St. Teresa dari Kalkuta
1 Korintus 4:6b-15
Mazmur 145:17-18, 19-20, 21
Lukas 6:1-5
“ Jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?” ---- 1 Korintus 4:7
BISA SAJA dalam hidup ini kita mengejar sukses, bekerja keras mencari uang, menimbun harta sebanyak-banyaknya. Tiap hari, bangun tidur, orang sudah berpikir bagaimana mencari dan mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. Jika kita berhasil mendapat harta berlimpah, kita merasa itu merupakan hasil usaha kita. Orang mulai sombong, memegahkan diri dan merasa semua itu karena kerja kerasnya.
Kita lupa bahwa apa yang kita punyai merupakan pemberian Sang Pencipta. Kepada jemaat di Korintus, Paulus menegur, “Adakah di antara milikmu yang bukan pemberian. Dan jika itu memang pemberian , mengapa engkau memegahkan diri, seolah-olah itu bukan pemberian?” (Kor 4:6-7).
Memang tiap hari kita berdoa kepada Tuhan yang Mahapenyelenggara ”Berilah kami rejeki pada hari”, tetapi Tuhan juga bersabda lewat Rasul Paulus, kepada Timotius, “jika seseorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan” (2 Tes 3:10). Dalam menghayati hidup rohani, dikatakan, “Berdoalah, seakan-akan semua tergantung pada Tuhan. Bersama itu juga, berusahalah keras, seakan-akan keberhasilan tergantung usaha kita”.
Berkat Tuhan, kekayaan maupun keberhasilan kita itu bertujuan untuk membantu kita memuji dan memuliakan Tuhan, bukan sebaliknya menghalanginya, apalagi kalau kita jadikan ‘mammon’.
Dalam masa Pandemi ini, juga ada segi positifnya, yakni munculnya secara merata ‘energi sosial’. Orang yang merasa ‘bisa membantu’ mudah tergerak menolong sesama, tidak hanya dengan sembako, tetapi pengusaha yang mempunyai karyawan tidak memecatnya meski hanya dapat memberi gaji 50%-nya.
Semoga kita tetap memiliki keutamaan rendah hati khususnya saat kita memiliki harta berlimpah. Jangan sampai seperti ‘kacang lupa kulitnya’. Kita perlu ingat akan sang Pemberi, Tuhan Allah yang Mahapemurah. Bagi kita orang beriman semua berkat dan pemberian selalu memiliki ‘dimensi sosial’. Kita ingat akan ‘cara hidup jemaat Gereja Perdana’ , di mana dikatakan , ‘segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama” (Kis 2:44). Lebih tegas lagi pernyataan Rasul Yakobus “Jika iman itu tidak disertai perbauatan, makai man itu pada hakekatnya adalah mati” (Yak 2:14-17). (NL)
DOA: Ya Tuhan, jangan biarkan kami jatuh dalam dosa kesombongan. Anugerahkanlah kerendahan hati !
JANJI: “Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka.” --- Mazmur 145:19
PUJIAN: Rasul Paulus memberi teladan tidak sombong diri, meskipun ia mempunyai segudang hal yang bisa dibanggakan. Dia bermegah dalam kelemahannya, karena ia menyadari bahwa dalam kelemahannya kuasa Tuhan bekerja.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ