JANGAN MELAWAN KEJAHATAN DENGAN KEJAHATAN
17 June 2024
Senin, 17 Juni 2024
1 Raja-Raja 21:1-16
Mazmur 5:2-3.5-6.7
Matius 5:38-42
“Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu” --- Matius 5:39
HUKUM HAMMURABI terkenal dengan Hukum Mata ganti Mata, Gigi ganti Gigi. Hukum balas setimpal ini mirip dengan Hukum Taurat bangsa Yahudi. Jadi pada jaman Yesus, orang Yahudi sudah mengerti seorang yang melakukan pelanggaran mendapat hukuman yang setimpal dengan pelanggaran tersebut.
Namun ajaran Yesus melebihi dari standar Hukum Taurat ataupun Hukum Hammurabi. Seperti jangan melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, berilah pipi kiri jika orang menampar pipi kanan, Berilah jubahmu jika orang itu menginginkan bajumu dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil berjalanlah bersama dia sejauh 2 mil.
Bagi dunia, ajaran-Nya ini terdengar aneh dan sukar dilakukan karena dalam masyarakat kita saat ini kekerasan hampir selalu dibalas dengan kekerasan. Namun Yesus menginginkan umat-Nya menjalani hidup dengan standar yang tinggi. Dia mengajarkan kita selalu murah hati dengan cara mudah mengampuni. Orang murah hati tidak akan membalas kejahatan yang dia terima. Rasa sakit hati atau dendam pasti ada, namun Yesus telah memberikan contoh teladan saat Dia digantung di kayu salib dengan mengampuni dan berdoa buat musuh-musuh-Nya. Ini ajaran Yesus ini memampukan kita untuk mengobati rasa sakit hati dan memampukan kita melawan kejahatan tersebut dengan memberikan pengampunan dan dan mendoakan musuh kita. Bahkan kita bisa memberi lebih dari yang dia minta. (Hendry Wigin).
DOA: ”Ya Tuhan, Mampukanlah aku memiliki hati seperti hati-Mu, Hati yang Maha Murah, Amin.”
JANJI: “Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu” - Mazmur 5:7
PUJIAN: Nelson Mandela adalah seorang pemimpin politik dan anti-apartheid yang menjadi Presiden Afrika Selatan pertama yang terpilih secara demokratis setelah era apartheid. Salah satu momen paling menonjol dalam sejarah Mandela yang mencerminkan ajaran Yesus mengenai membalas kejahatan dengan kebaikan adalah proses Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi yang dia pimpin setelah pembebasannya. Melalui komisi ini, orang-orang yang melakukan kejahatan selama era apartheid dapat mengakui dan mengungkapkan kebenaran tentang tindakan mereka, sementara korban dan keluarga mereka diberikan kesempatan untuk memaafkan. Mandela secara pribadi menunjukkan sikap yang penuh kasih dan pengampunan kepada mantan musuhnya, termasuk mantan presiden apartheid, F.W. de Klerk. Pendekatannya yang inklusif dan damai membantu Afrika Selatan dalam mengatasi masa lalu yang gelap dan menuju masa depan yang lebih bersatu dan adil. Meskipun Mandela bukanlah figur agama, tetapi pendekatannya yang memperjuangkan perdamaian, rekonsiliasi, dan pemberian pengampunan menunjukkan penerapan prinsip-prinsip ajaran Yesus yang diakui oleh banyak tradisi keagamaan.
Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)